Kita seharusnya tidak selektif soal kemanusiaan, meski kita hanya manusia yang punya batasan. Kita sering kali hanya mampu memberi perhatian pada hal yang paling dekat dengan diri kita atau yang paling sering muncul di hadapan kita. Media juga bisa membuat kita tanpa sadar menjadi bias.
Tapi kemanusiaan tetaplah kemanusiaan, terlepas dari agama, negara, budaya, atau identitas apa pun. Yang terluka tetap manusia, semuanya perlu disorot.
Palestina
Papua
Sudan
Yaman
Republik Demokratik Kongo
Myanmar
Haiti
Somalia
Afganistan
Dan mungkin masih banyak krisis kemanusiaan lain yang luput dari perhatian kita karena kita memang tidak mampu mengamati semuanya sekaligus.
Kadang kita terlalu sibuk melihat nama negara, sampai lupa bahwa kemanusiaan adalah hak setiap manusia, bukan sekadar label kewarganegaraan. Di balik konflik dan kebijakan, ada banyak warga sipil yang tidak memiliki kuasa untuk menentukan arah negaranya, tetapi tetap harus menanggung akibatnya.
Ini bukan tentang siapa yang paling menderita, bukan pula siapa yang paling layak diperhatikan.
Kita tidak punya kontrol penuh atas dunia. Tetapi kita masih bisa memilih untuk tetap peduli kemanusiaan tanpa menyepelekan kemanusiaan di tempat lain, dan menjaga empati tanpa MERASA PALING BENAR.