Seno
Blurb:
Rio kepala montir Cikokol. Tangannya kasar, badannya berotot dari kerja kasar bukan gym, gengsinya setinggi langit. Malam itu dia bawa amplop dua puluh juta, niatnya cuma satu: beli tato punggung penuh, terus pulang. Tapi Griya Wening bukan tempat tato biasa. Pendopo remang-remang, bau dupa cendana campur klembak menyan, gerimis di luar makin rapat. Master Seno nyuruh dia buka baju. Semuanya. Dari situ semua kendali Rio ambruk pelan-pelan — jarum tebori menusuk kulitnya, tangan Seno yang panas nggak cuma ngurut otot, tapi juga ngebongkar sisi Rio yang dia sendiri nggak tau ada. Satu malam, empat jam, dan Rio pulang bukan sebagai orang yang sama.
(66 halaman pdf)
Selengkapnya bisa dibaca di:
karyakarsa. com/ kanganndrew
karyakarsa. com / newann74
lynk. id / kanganndrew/page/cerita-pdf-klik-ini