@ hcleethvkim haloooo, aku sudah baca pesanmu!
Terima kasih banyak sudah membaca ceritaku, aku mengapresiasi setiap pembacaku, aku terharu karena ini. Ceritamu juga bukan sekedar cerita! Itu sejarah setiap hidup manusia.
Danar ini... Tokoh yang aku sayang banget, sehingga aku mau kasih banyak kebahagiaan dan kesempurnaan untuk dia dalam ceritanya. Pun bulan dan tanggal itu sebenarnya adalah tanggal dan bulan kesukaanku, aku mau Danar memiliki makna pada tanggal dan bulan itu. Meski itu adalah peluknya pada kematian.
Impian Danar adalah membersamai kekasihnya, menjadi ayah yang baik sebagaimana dia menyimpan kenangan baik dengan ayahnya juga. Tapi impian itu menjadi sekedar impian. Di tanggal dan bulan yang sama pula, seorang jiwa, seorang anak terlahir. Anak yang mungkin saja bisa mewujudkan impian itu.
Memiliki Alukna, Danar selalu ditakuti oleh kematiannya. Sebab cinta, sebab pertanggungjawaban.
Andaikan di detik terakhir satu malaikat bisa, diizinkan untuk membisikkan satu hal kepada Danar tentang anaknya yang akan setia, mungkin saat itu Danar bisa pergi lebih tenang untuk berpisah sebentar dari Alukna.
Aku berterimakasih dan bersyukur ceritaku dapat menjadi teman sunyi, teman terkecil, teman dengan segala kurangnya yang bisa menemani dan menenangkan hati.
Semoga kamu selalu dihiasi kata-kata yang indah dan kata-kata yang menenangkan riuh ribut hidup ini.
Salam,
Ann.