Nopa_Yung

Ia bahkan dengan sengaja mengangkat salah satu tangannya untuk memperbaiki tatanan rambut, gerakan kasual yang secara otomatis ikut mempertegas garis otot di lengan serta bahunya.
          	
          	Tapi... hasil akhirnya sungguh menyebalkan, perempuan itu tetap saja mematikannya secara terburu-buru. Ck.
          	
          	(Susah memang, komunikasi sama cewe pendiam, apalagi lewat online, offline aja ngga digubris) 
          	
          	---ngetik bab 3, belum ada 10.000 kata, padahal targetnya 25.000---
          	
          	ಥ_ಥ

Nopa_Yung

Ia bahkan dengan sengaja mengangkat salah satu tangannya untuk memperbaiki tatanan rambut, gerakan kasual yang secara otomatis ikut mempertegas garis otot di lengan serta bahunya.
          
          Tapi... hasil akhirnya sungguh menyebalkan, perempuan itu tetap saja mematikannya secara terburu-buru. Ck.
          
          (Susah memang, komunikasi sama cewe pendiam, apalagi lewat online, offline aja ngga digubris) 
          
          ---ngetik bab 3, belum ada 10.000 kata, padahal targetnya 25.000---
          
          ಥ_ಥ

Nopa_Yung

Kini, lagi-lagi...
          Tentang mimpi.
          
          Aku tidak tahu tepatnya maksud dari kalimat ini.
          "Hubungan gaib tidak terikat masa."
          
          Lebih singkatnya (mimpi), seorang manusia berada di tempat yang begitu asing, di mana tidak ada penghuni apa pun. Namun, bisa dilihat dengan jelas bahwa itu adalah alam 'milik mereka'.
          
          Bisa dijadikan contoh, seperti orang yang hilang atau tersesat di hutan. Mereka merasa baru beberapa jam berada di sana. Sedangkan di alam asli, waktu telah berjalan beberapa hari, seperti tiga harian atau bahkan lebih.
          
          Jadi, kesimpulanku yang masih terlalu amatir; kehidupan manusia dengan kehidupan alam gaib sebenarnya berada di ruang yang sama, namun memiliki garis perbedaan waktu yang berbeda.
          
          Dan... yeah, 'mereka' tidak suka kehadiran manusia. 
          
          Ini juga cukup aneh menurutku. Di mimpiku, makhluk gaib tidak bisa melihat wujud asli manusia. Mereka hanya merasakan karena ada cahaya yang cukup mengusik. 
          
          Sama seperti manusia, yang sebagian tidak mampu menangkap secara langsung hanya bisa merasakannya dari hawa negatif. 
          

Nopa_Yung

Liring...
          
          
          Aku ngga pernah denger kata itu. Dari sekitarku, orang tua, tetangga dan sebagainya. 
          
          Kata itu hadir di dalam alam bawah sadar. Saat pandanganku menatap langit malam yang gelap. Hanya ada sinar rembulan purnama yang bisa ku tangkap. 
          
          Dan... Di mimpi itu aku mengucapkan. 
          
          "Liring ciptaan Sang Semesta."
          
          Netraku terpaku dengan keindahan gelapnya langit. Hanya sekejab, mimpi itu hadir. 
          
          Saat terbangun aku merasa aneh. Karena kalau di RL aku selalu menyebutnya dengan kalimat bulan purnama, lalu dari mana kata liring itu berasal? 
          
          Kucari-cari untuk memastikan satu kata yang asing di pendengaranku. 
          
          Ternyata itu adalah bahasa Jawa kuno (bahasa kawi) 
          
          Memiliki artian: sekejab mata memandang atau pandangan mata yang fokus. 
          

Nopa_Yung

Pemuda itu mematung sendirian di tepi jalan raya, menatap kepergian Perempuan itu dengan batin yang merutuk penuh duka. 
          
          Sepanjang jalan tadi ia kira gayanya penuh berwibawa, mengira orang-orang memandanginya karena aura ketampanan yang terbawa, namun nyatanya ia hanya menjadi badut berjalan dengan mahkota debu di atas kepala.
          
          Sungguh terlalu memalukan. Kiranya perempuan tersebut terpesona hingga terpana, namun realitasnya justru membuat ekspektasinya cedera. Gadis itu ternyata hanya dirundung kebingungan untuk mengutarakan kondisi dirinya yang terlihat berantakan seperti baru saja keluar dari area rawa-rawa.
          
          ---sebelum Naruto yang merasa malu, aku duluan yang malu Nar... —
          
          Adegan ini ada di bab 2 (publish 19 September) 
          
          Pendekatan sama perempuan pendiam itu ngga sekedar seperti judul lagu ikan dalam kolam. 
          
          Tidak sesimpel; diam-diaman, sekedar tatapan-tatapan, tidak juga sekedar??? disenyumin... 

Nopa_Yung

"Boleh video call?"
          
          Butuh waktu beberapa menit untuk meyakinkan diri sendiri, dan butuh beberapa menit lagi hingga memakan waktu hampir satu jam sampai akhirnya jempolnya berani mengklik tombol kirim di ruang obrolan.
          
          Sedangkan di seberang sana, sosok itu sama sekali tidak membutuhkan waktu sedetik pun untuk langsung menghubungkan panggilan video tersebut.
          
          ---hahhahaha, kelihatan banget jomblangnya karakter Naruto sama Hinata... Ini jadi cerita favoritku...—

nonagerimis30

@ Nopa_Yung  semangat Thor
Responder

Nopa_Yung

@ nonagerimis30  makacih kakak... 
Responder

Nopa_Yung

"Memaksa sesuatu yang tidak bisa dimiliki itu... ternyata memang tidak baik, ya?"
          (Hinadea Humara) 
          
          "Kau terlalu sederhana untuk berpikir secara logis, meskipun kau telah mencobanya."
          (Satya Surya Kencana) 
          
          "Kalau dia memilih untuk tidak perduli, maka kamu juga harus belajar untuk tidak mencari."
          (Janaru Candratama) 
          
          ---Nama karakter sudah dapat dari setengah tahun lalu, alurnya pun sudah ada, tapi... Vibes rasa semangatnya luntur..... 

nonagerimis30

Salken beb

nonagerimis30

@ nonagerimis30  oalah tak kirain teman aku kak, nama penanya dulu nopa juga, hehhee... Aq di pekanbaru riau ka.. Salam kenal yaaaa
Responder

nonagerimis30

@ Nopa_Yung  halo jugaaa tinggal dimana ka.. 
Responder

Nopa_Yung

@ nonagerimis30  halooo kak
Responder