Lu_readmind

Permisi numpang promosi 
          —————————potongan singkat SINGLE FATHER NUMBER 225
          
          Davi sedang berusaha mengenakan kembali pakaiannya, dia terus mengumpat. Matahari belum muncul, aku menoleh pada jam dinding, masih jam tiga pagi ini terlalu pagi untuk berbenah.
          "Kam.." Suasana jadi sangat canggung. "Mmm..." Aku harus memulai dari mana? Davi terlihat marah dan terburu-buru aku tidak enak untuk menegurnya.
          Aku diam sejenak memperhatikan Davi yang terburu-buru. Aku menyelimuti tubuhku sambil bersandar di kasur. Aku menunggunya mengatakan sesuatu tapi dia seperti tidak mempedulikan keberadaanku "Davi," panggilku akhirnya.
          Dia menoleh lalu berjalan ke sebelahku untuk mengambil jam tangan dan handphone di nakas. Dia menarik nafas berat ketika mata kami bertemu pandang, caranya melihatku seperti orang putus asa. Aku masih menunggu reaksinya. "Jullie kita nggak pakai pengaman."
          "Iya.."
          Dia menelan ludah, menunduk sejenak, matanya memperlihatkan kegelisahan. "Jull. Maafin aku..."
          Tiba-tiba aku bisa membaca kemana arah pembicaraan kami. Semua yang dimulai dari maaf berakhir mengecewakan!
          "Ini salah banget! Aku harap kamu bisa ngelupain malam ini." Dia menatapku sungguh-sungguh.
          Aku tidak bereaksi.
          "Aku ingin kita sepakat bahwa tidak terjadi apapun di antara kita. Kita cuma menghabiskan malam bersama. Tidak ada rasa di antara kita, benar?"
          Aku menggigit bibir bawahku, menahan amarah dan air mata yang ingin kutumpahkan detik itu juga. Rasanya ingin berteriak untuk menjawab pertanyaannya tapi dia tidak butuh responku, dia menganggukan kepala singkat lalu berpamitan pergi.
          ———————kalo mulanjut bisa mampir https://www.wattpad.com/story/311846801-single-father-number-225

foleyys

*knock knock* is there anyone else?? 
          
          ahaha! hai! aku foleyys, mau bilang banyak banyak banyak banyak banyak banyak banyak banyakkkkkkk makaaassssiiiiiii karena udah support ceritakuuuuu </3!!!! aku bahagia banget kalo kalian bisa menikmati karyakuu :" ungkapan terima kasiku mungkin kurang, but im so glad to meet all of you!!!! ♡ ah iya, jangan lupa untuk selalu jaga kesehatan, istirahat yang cukup dan jangan ninggalin sarapan yaaa ;)! 
          
          warmly, 
          foleyys ☆.

Pijakaja

@ foleyys  semangatt ka jangan berhenti berkarya yaa selalu di tunggu cerita² selanjut nya ka ❤
Contestar

JungPutri6

Izin promosi ya
          
           Lalisa Bruschweiler Mengorbankan cinta nya kepada Choi Jungkook demi bayi kembar Mendiang kakak perempuan nya yang baru saja terlahir ke dunia dan wanita itu Memutuskan untuk menikahi Kim Taehyung kakak ipar nya sendiri demi keluarga nya tanpa Memberitahu Choi Jungkook, pria yang sangat ia cintai.
          
          Beberapa tahun pun berlalu, Lalisa Kembali bertemu dengan Choi Jungkook dan hatinya  terbelah antara Cinta dan kesetiaan nya Kepada Kim Taehyung suami nya.
          
          "Mari pergi tinggalkan anak itu, dan hidup bersama ku" Ucap Choi Jungkook.
          
          "Bagaimana bisa seorang ibu  meninggalkan kedua putri nya,  mereka masih terlalu kecil dan mereka masih membutuhkan kasih sayang ibu nya." Ucap Lalisa Bruschweiler.
          
          "Aku tidak akan memaksa mu, tentukan pilihan mu. Ikuti kata hati mu lalisa" Ucap Kim Taehyung.
          https://www.wattpad.com/story/307730939?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=JungPutri6&wp_originator=lPKH4U7AF%2Fr6sPcz6E4gZ0D%2BYPlYozeDAHD6X9vLh3X9KI1UpcycppDDtzYAEnFCwtlSbyYXIWN5TShD6EhvpeBtiiHucSXCmFiXQHEw0YX2Vrpzzow%2BICbxhpUYaMRi

Impatiencex