Lu_readmind

Permisi mau promosi. Siapa tahu kakak mau mampir ke ceritaku. 
          Judul : Through the Light
          Penulis : Lutvia Rahayu 
          
          —---------potongan cerita—-------------
          "Boleh duduk sini?" tanya ku. 
          Dia malah mengangkat bahunya, matanya tak lepas melihatku. 
          "Kok gitu sih, aku ganggu ya?" Sengaja suara ku dibuat-buat seperti laki-laki manis yang penuh kasih sayang. "Sendirian aja?" 
          Dia mengerucutkan bibirnya yang menggemaskan itu, semakin ingin aku merasakan manisnya bibir glossy itu. Dia kembali mengangkat bahu. 
          "Tapi kamu bisa ngomong kan? diajakin ngomong masa diem aja, nggak sopan tahu." Aku memberikan smirk  yang disukai cewek-cewek.  
          Di belakangku mulai terdengar suara-suara kecil yang minta untuk foto bersama.
          "Kakak ayo foto!" Teriak sebuah suara yang aku kenal, "KAKAK AYO…," teriakannya makin kencang. 
          Kak Jullie kenapa sih? 
          Dengan dramatis pandangan ku berpindah pada bidadari cantik yang duduk berhadapan dengan ku. 
          Kakak?
          Otak ku seperti kesetrum. 
          “Soraya Lestari Bachtiar, kamu mau darah tinggi ibu naik lagi?” 
          Sora berdecak kesal, "Sora mau di sini aja bu, ini lagi nemenin Om." 
          
          Om? 
          
          Pait banget idop ini.

Pemuja_Cinta

Hai, salam kenal  
          
          Baca tulisanku ya "Sayap-Sayap Patah +18 (Cinta Segi Lima) oleh Pemuja_Cinta di Wattpad https://my.w.tt/pEyivN8kG5
          
          Terimakasih 
          
          
          
          Untuk ukuran remaja berusia 19 tahun, pembawaan Rhino sangat dewasa. Iya benar, Rhino dan kedua temannya masih berusia 19 tahun. Lebih muda 4 tahun dari Wulan. Tapi mereka biasa memanggil Wulan tanpa embel-embel mbak, atau kak. Hanya Wulan. 
          
          Awal Rhino berkenalan dengan Wulan di dekat frontdesk, Rhino mengira Wulan seumuran dengan dia. Mungkin karena pembawaan Wulan yang ceria, wajah Wulan juga polos tanpa berdandan. Sehingga masih nampak seperti remaja yang baru lulus SMA, seperti dia. Padahal Wulan sudah lulus kuliah. 
          
          Memikirkan tentang Rhino, membuat Wulan bimbang. Dia setengah yakin, saat ini Rhino sedang mendekatinya. Sebenarnya dia ingin menghindari Rhino, agar tidak memberikan sinyal yang salah. Tetapi saat ini, dia perlu teman yang bisa mengalihkan pikirannya dari Surya. Mengingat nama Surya, kembali hatinya pedih. Serasa ada yang menusuk di dadanya. Nyeri.