Kling
Lonceng di atas pintu berbunyi mengalihkan atensi namja mungil pada pria yang baru saja masuk tokonya. Ia meletakkan rangkaian mawar yang setengah terbentuk itu dimeja. Membungkukkan badannya menyambut pelanggannya.
"Dimana nyonya Do?" tanya namja tadi.
"Ah, kau tuan Park? Kebetulan Nyonya Do sedang mengunjungi salah satu toko kami yang ada di Gyeonggi. Dan beliau hanya menitipkan ini." namja mungil tadi mengambil bunga merah yang terlihat indah.
"Higanbana ya? Bunga yang indah tapi memiliki makna kelam dan mengerikan." gumamnya sambil tersenyum tipis.
"Kau mengetahuinya? Ya.. Mereka memang indah. Tak sesuai dengan maknanya. Terimakasih sudah membuatkannya untukku." Chanyeol namja tadi mengambil bunganya dan ikut tersenyum.
"Aku ada sesuatu untukmu. Tunggu sebentar." Kyungsoo berjalan melewati Chanyeol berhenti disalah satu sudut tatanan bunga anyelir. Mengambil setangkai bunga berwarna merah, merapikan sedikit kemudian berjalan menuju tempat Chanyeol berdiri.
"Ini untukmu, terimakasih sudah berlangganan di florist kami." ucap Kyungsoo menyerahkan bunga tadi sambil tersenyum lebar.
"Dah untuk hari ini kata Nyonya Do kau tak usah membayar bunganya." lanjutnya masih dengan tersenyum. Chanyeol menerima bunga itu dengan senang hati.
"Terimakasih untuk bunganya, aku pergi dulu. Lain kali kita harus bertemu lagi, Kyungsoo."
"Ah, baiklah."
"Aku pergi. Sampai jumpa lagi." Chanyeol beranjak dari tempatnya berdiri. Berjalan menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari pintu masuk toko.
"Anyelir merah ya? Aku yang tak akan melupakan mu Kyungsoo." gumamnya saat ia duduk dibalik kemudinya. Ia melajukan mobilnya meninggalkan toko sambil tersenyum.