Derap waktu yang menyisir seakan membawa satu denyutan yang sukar ditafsirkan. Ku genggam segala cerita yang tertinggal semalam dengan taburan bayang-bayang baru untuk esok yang belum tiba. Dalam langkah yang tak diulang, ada gema yang hanya didengar sekali dan ada hembusan yang hadir meski tanpa amaran. Segala yang pernah menyentuh hati, segala yang pernah mekar dan gugur, semuanya diangkat menjadi tinta pada helaian-helaian kertas lusuh yang dikumpul untuk dibaca.
Berat atau ringan detiknya, semuanya ditata oleh masa yang tidak pernah tersilap dalam memilih rentak. Setiap helaian yang dibuka membawa kembali wajah-wajah perasaan yang pernah singgah, ada yang datang dengan cahaya lembut yang menenangkan, ada yang kembali seperti bayang hujan yang tidak sempat turun—cukup untuk membuat dada terasa padat tanpa sebab yang jelas. Namun waktu tetap menyisirnya, satu persatu, tanpa memilih mana yang ingin dipeluk, mana yang ingin dilepas. Bagi masa, semuanya adalah sejarah yang wajib dirapikan sebelum perjalanan diteruskan.
(Sha Ramson Abdullah)