SoleneMaevarelle1

Dear readers,
          	
          	Sudah hampir satu bulan sejak Chapter 26 dipublikasikan.
          	Aku ingin menyapa kalian dengan tenang, sekaligus berbagi sedikit tentang perjalanan cerita ini.
          	
          	Saat ini, aku sedang berada dalam proses menyelesaikan keseluruhan kisah, karena cerita ini memang dirancang untuk hadir dalam tiga volume.
          	Ke depannya, aku berencana untuk mulai mempublikasikan cerita ini kembali setelah Volume 1 selesai melalui tahap penyuntingan akhir.
          	
          	Setiap volume membutuhkan waktu pengerjaan yang tidak singkat—mulai dari penulisan draft awal, menjaga konsistensi alur dan emosi antar bab, hingga proses penyuntingan agar cerita ini siap dibaca dengan utuh dan layak. Karena itu, satu volume bisa memakan waktu beberapa bulan untuk benar-benar selesai.
          	
          	Untuk saat ini, cerita ini masih tersedia dalam versi bilingual:
          	narasi ditulis dalam bahasa Indonesia, sementara dialog menggunakan British English.
          	Pilihan ini aku ambil untuk menjaga konsistensi latar cerita, karakter, serta ruang batin mereka, agar tetap setia pada dunia yang sedang dibangun.
          	
          	Aku memilih berjalan perlahan, agar setiap bagian cerita ini memiliki makna dan kesinambungan yang terjaga.
          	
          	Aku berharap kalian bersedia menantikan cerita ini dengan sabar, seperti menunggu sesuatu yang tumbuh perlahan namun pasti.
          	
          	Ke depannya, aku juga membuka kemungkinan untuk menyusun versi bahasa Indonesia sepenuhnya, apabila memang ada minat dan ruang dari para pembaca untuk itu.
          	
          	Terima kasih untuk setiap kunjungan, waktu, dan keheningan yang kalian berikan pada cerita ini.
          	Aku menulisnya dengan pertimbangan—dan aku berharap, saat waktunya tiba, cerita ini bisa sampai kepada kalian dalam bentuk yang paling jujur.
          	
          	Dengan hangat,
          	Solène
          	

SoleneMaevarelle1

Dear readers,
          
          Sudah hampir satu bulan sejak Chapter 26 dipublikasikan.
          Aku ingin menyapa kalian dengan tenang, sekaligus berbagi sedikit tentang perjalanan cerita ini.
          
          Saat ini, aku sedang berada dalam proses menyelesaikan keseluruhan kisah, karena cerita ini memang dirancang untuk hadir dalam tiga volume.
          Ke depannya, aku berencana untuk mulai mempublikasikan cerita ini kembali setelah Volume 1 selesai melalui tahap penyuntingan akhir.
          
          Setiap volume membutuhkan waktu pengerjaan yang tidak singkat—mulai dari penulisan draft awal, menjaga konsistensi alur dan emosi antar bab, hingga proses penyuntingan agar cerita ini siap dibaca dengan utuh dan layak. Karena itu, satu volume bisa memakan waktu beberapa bulan untuk benar-benar selesai.
          
          Untuk saat ini, cerita ini masih tersedia dalam versi bilingual:
          narasi ditulis dalam bahasa Indonesia, sementara dialog menggunakan British English.
          Pilihan ini aku ambil untuk menjaga konsistensi latar cerita, karakter, serta ruang batin mereka, agar tetap setia pada dunia yang sedang dibangun.
          
          Aku memilih berjalan perlahan, agar setiap bagian cerita ini memiliki makna dan kesinambungan yang terjaga.
          
          Aku berharap kalian bersedia menantikan cerita ini dengan sabar, seperti menunggu sesuatu yang tumbuh perlahan namun pasti.
          
          Ke depannya, aku juga membuka kemungkinan untuk menyusun versi bahasa Indonesia sepenuhnya, apabila memang ada minat dan ruang dari para pembaca untuk itu.
          
          Terima kasih untuk setiap kunjungan, waktu, dan keheningan yang kalian berikan pada cerita ini.
          Aku menulisnya dengan pertimbangan—dan aku berharap, saat waktunya tiba, cerita ini bisa sampai kepada kalian dalam bentuk yang paling jujur.
          
          Dengan hangat,
          Solène
          

SoleneMaevarelle1

Dear reader,
          
          
          Recently, I removed the 21+ label from the chapter titles.
          
          
          Keputusan ini bukan karena aku enggan memberi peringatan,
          melainkan untuk mengembalikan perhatian pada perjalanan emosi serta kisah yang dibangun oleh setiap karakter—bukan pada aspek eksplisit semata.
          
          Intimasi dalam cerita ini hadir sebagai konsekuensi dari pilihan dan kesadaran, bukan sebagai tujuan itu sendiri.
          
          This is not a story about explicit scenes.
          It is a story about loving with maturity, 
          about choosing consciously without diminishing or sacrificing oneself.
          
          
          
          — Solène