SyashClopy

Alis Asha terangkat. "Pergilah." Ia mengibaskan tangan ke arah lorong. "Kamu nggak mungkin nunggu saya di sana sampai saya benar-benar masuk, kan?"
          	
          	"Itu sudah menjadi tugas saya."
          	
          	Asha membeku. Matanya sekarang terbuka jauh lebih lebar.
          	
          	Oh, sial. Bukan jawaban itu yang ia harapkan.
          	
          	Asha sempat menatap Xavier beberapa detik, berharap pria itu sadar sendiri bahwa pekerjaannya malam ini sudah selesNamun wajah Xavier tetap datar, sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda akan beranjak.
          	
          	Asha akhirnya mendecakkan lidah. "Robot, sialan."
          	
          	Ia segera masuk ke dalam apartemen, lalu menutup pintu dengan kencang.
          	
          	Hari yang benar-benar menyebalkan. Pria itu bahkan tidak tahu kapan harus berhenti menjadi bodyguard. Dan Xavier terlalu amat sangat menurut, seperti anjing border collie yang amat sangat tidak suka membantah tuannya.
          	
          	💐💐💐
          	
          	Bind you up bab 3 jangan lupa mampir 💐
          	
          	https://www.wattpad.com/story/415536946?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_writing&wp_page=create&wp_uname=SyashClopy

SyashClopy

Alis Asha terangkat. "Pergilah." Ia mengibaskan tangan ke arah lorong. "Kamu nggak mungkin nunggu saya di sana sampai saya benar-benar masuk, kan?"
          
          "Itu sudah menjadi tugas saya."
          
          Asha membeku. Matanya sekarang terbuka jauh lebih lebar.
          
          Oh, sial. Bukan jawaban itu yang ia harapkan.
          
          Asha sempat menatap Xavier beberapa detik, berharap pria itu sadar sendiri bahwa pekerjaannya malam ini sudah selesNamun wajah Xavier tetap datar, sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda akan beranjak.
          
          Asha akhirnya mendecakkan lidah. "Robot, sialan."
          
          Ia segera masuk ke dalam apartemen, lalu menutup pintu dengan kencang.
          
          Hari yang benar-benar menyebalkan. Pria itu bahkan tidak tahu kapan harus berhenti menjadi bodyguard. Dan Xavier terlalu amat sangat menurut, seperti anjing border collie yang amat sangat tidak suka membantah tuannya.
          
          💐💐💐
          
          Bind you up bab 3 jangan lupa mampir 💐
          
          https://www.wattpad.com/story/415536946?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_writing&wp_page=create&wp_uname=SyashClopy

SyashClopy

Asha berhenti sebentar di depan pria itu, menoleh dengan mata yang berkilat. "Bukankah saya menyuruh kamu menunggu di mobil?" tanya Asha.
          
          Xavier mendonggak. "Maaf nona, tapi saya harus selalu berada di dekat nona. Itu perintah keras dari tuan Albern."
          
          "Astaga!" Asha berdecak. "Bos kamu sekarang saya, Xavier. Bukan opa! Kamu harusnya mengikuti ucapan saya."
          
          Xavier kembali menunduk. "Maaf, nona. Saya tidak bisa."
          
          Asha menghela napas panjang. "Kamu nggak berguna. Jika harus terus mengikuti ucapan opa, apa sudah seharusnya kamu kembali saja ke sisi opa?"
          
          Xavier menatapnya lagi. "Saya justru sedang mengikuti ucapan tuan Albern. Berada di sisi nona dan memberi penjagaan yang ketat."
          
          °°°°
          update, bab 2 Bind you. sabar ya Xavier semoga sabar😋😋😋🧡  mampir jangan lupaaaa
          https://www.wattpad.com/story/415536946?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_writing&wp_page=create&wp_uname=SyashClopy

Nanabillera_

Hai Kak, saya melihat naskah Kakak layak untuk diterbitkan 😍🙏
          
          Perkenalkan, saya dari Tim Redaksi Perkasa Satu. Saya melihat naskah yang Kakak tulis di Wattpad sangat menarik dan layak untuk diterbitkan menjadi buku. Saat ini kami membuka PROGRAM TERBIT GRATIS EDISI SEPTEMBER – BATCH 16 KLOTER 1 📚✨
          
          🎉 FREE ISBN & BUKU BISA MASUK GRAMEDIA
          (Syarat & ketentuan berlaku)
          
          Program ini khusus untuk 10 naskah tercepat. Jika Kakak berkenan menerbitkan naskah menjadi buku, Kakak bisa menghubungi kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
          
          Berikut fasilitas yang akan didapatkan:
          
          📖 Standar Publikasi & Distribusi Digital
          • ISBN/E-ISBN & QRCBN/QRSBN
          • Keanggotaan IKAPI
          • Google Scholar & Google Play Books
          • Buku terdaftar di aplikasi iPusnas
          
          🎨 Produksi & Legalitas
          • Editing naskah profesional & desain cover eksklusif
          • Sertifikat Penulis resmi
          • Surat Kontrak Kerja Sama yang jelas dan mengikat
          
          📦 Distribusi, Arsip & Royalti
          • 2 Arsip Perpusnas + 1 Arsip Perpusda
          • 1 Arsip Penerbit + 1 Buku fisik GRATIS untuk penulis (S&K)
          • Promosi aktif di berbagai platform media sosial
          • Royalti kompetitif 20–30% untuk setiap penjualan
          
          Jika Kakak tertarik mengetahui detail syarat, ketentuan, dan draft kontrak, kami sangat terbuka untuk berdiskusi lebih lanjut.
          
          Kakak bisa langsung menghubungi Admin kami melalui WhatsApp di bawah ini 👇👇
          
          📱 WA: 083197323183

SyashClopy

"Mulai besok, Xavier akan mengikuti jadwalmu. Kemana pun kamu pergi, dia harus ikut," ujarnya.
          
          Mata Asya langsung membesar. "Hah?"
          
          "Xavier akan selalu ikut kemanapun kamu pergi," ulang Albern.
          
          "What!" Asya berusaha memahami ucapan itu. "Ke mana pun?" tanyanya Kemudian.
          
          "Iya."
          
          "Termasuk apartemen?"
          
          "Iya. Dia tinggal di samping apartemenmu."
          
          "Opa? Apa perlu sampe bertindah sejauh itu?" 
          
          "Opa harus melakukan itu, Asha."
          
          "Lalu jika ada acara perusahaan?"
          
          "Dia akan selalu mengikutimu."
          
          Asya mengusap wajahnya dengan satu tangan. "Bahkan kalau aku ke toilet, dia harus ikut?"
          
          Diam. Asha tidak langsung mendapatkan jawaban. Yang terdengar hanya suara tawa Albern yang tertahan.
          
          Asha langsung menurunkan tangannya dari wajah. Matanya menatap lurus ke ujung ruangan. Menunggu jawaban apa yang akan ia terima.
          
          "Kalau kamu merasa perlu, bawa saja dia."
          
          💐💐
          
          Bind you update bab satu, ayok intip 
          
          https://www.wattpad.com/story/415536946?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_writing&wp_page=create&wp_uname=SyashClopy

SyashClopy

"Stop acting silly, Miss Asha. take care of your nature."
          
          °°°°
          
          Asha Latasha Mauren pikir, hidupnya hanya akan berputar pada uang, jabatan, dan tanggung jawab besar untuk mempertahankan perusahaan peninggalan ayah dan ibunya. Namun saat mengenal Xavier Arkan, bodyguard dadakan yang di kirim sang opa, alur hidupnya justru berubah 90%. 
          
          Demi memanfaatkan Xavier agar bisa mencapai keinginannya, Asha justru bertindak gegabah. Perhatian dan kegilaan diri yang tak ia perlihatkan pada orang lain justru ia perlihatkan jelas pada seseorang seperti Xavier. Pria dingin yang terkesan banyak diam, namun sedikit demi sedikit memberinya perhatian.
          
          Diantara kesibukan agenda rapat, dan jadwal kencan buta yang selalu sudah menganggu di meja kerjanya, Asha harus menanggung sabar, dan juga muak yang besar karena Xavier tidak berusaha menahannya.
          
          Asha suka di larang, namun Xavier seperti tidak terlalu mempedulikan kesukaannya. Ia justru terus ada di belakangnya. Dan itu masalahnya, semakin sering Xavier berada di sisinya, semakin sulit Asha membedakan mana perhatian seorang bodyguard dan mana perasaan yang diam-diam mulai tumbuh di hati mereka. Sebab mungkin, yang sebenarnya mengganggu hidup Asha selama ini bukan kehadiran Xavier-melainkan kenyataan bahwa untuk pertama kalinya, hatinya berani menghianati keyakinannya sendiri. 
          
          Publish, 29/08/2001
          ****
          
          Jangan lupa mampir
          
          https://www.wattpad.com/story/415536946?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_writing&wp_page=create&wp_uname=SyashClopy

SyashClopy

“Sam?" panggil Jingga. Suaranya lirih, serak, nyaris tak terdengar.
          
          "Iya, gue di sini, Jingga. Nggak kemana-mana."
          
          Merasa dapat cengkraman dari tangan Jingga, lelaki itu kembali membawa tubuh Jingga kedalam pelukannya. Sambil terus menahan gemetar kencang di tubuh Jingga. 
          
          Tangis Jingga kembali pecah di bahunya. Air mata membasahi jaket lelaki itu. Namun dia sama sekali tidak bergeming sedikit pun.
          
          Tangannya terus mengusap pelan punggung Jingga. Memberinya ruang untuk menangis. Memberinya waktu untuk tenang. 
          
          Dan selama gadis itu membutuhkannya
          Samudra akan dengan senang hati selalu ada. Karena meski tidak bisa mengatakan betapa ia sangat mencintai Jingga, tapi Samudra yakin, Jingga merasakan cinta besarnya.
          
          
          Oh tidakkk Author salting banget ini
          Jingga Untuk Samudra update bab 11 kepoin kuy
          
          https://www.wattpad.com/story/412444808?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=SyashClopy
          

SyashClopy

Sudut bibir Samudra perlahan terangkat.
          
          Pagi ini, Jingga kembali menjadi Jingga yang ia kenal.
          
          Wanita yang terlalu banyak bicara. Terlalu mudah tertawa. Dan entah bagaimana selalu berhasil membuat suasana menjadi lebih ramai hanya dengan keberadaannya.
          
          Samudra kembali memusatkan pandangan ke jalan.
          
          Ada sesuatu yang sejak kemarin terasa hilang.
          Sesuatu yang bahkan tidak sempat ia tebak. Tapi melihat Jingga kembali seperti ini membuatnya sadar bahwa ia memang sempat merindukan suara cerewet itu.
          
          Samudra tersenyum kecil. 
          
          Mungkin beginilah seharusnya. Tidak ada Jingga yang murung. Tidak ada Jingga yang terlalu banyak diam. Cukup Jingga yang seperti ini. Yang tertawa. Yang mengomel. Yang tidak pernah kehabisan bahan cerita.
          
          Dan untuk alasan yang tidak ingin ia pikirkan terlalu jauh, Samudra menyukai versi Jingga yang satu ini.
          Bukan karena apa-apa. Setidaknya, begitu yang ia yakini.
          
          Jingga adalah wanita favoritnya.
          
          <<<<<<
          Ciecie akwkwkw Jingga Untuk Samudra up bab 10 ya teman" jangan lupa mampir 
          
          https://www.wattpad.com/story/412444808?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_writing&wp_page=create&wp_uname=SyashClopy

SyashClopy

“Bukannya sekarang waktunya lo butuh seseorang di samping lo?"
          
          Jingga membeku. "Maksud lo?"
          
          Samudra menatapnya dalam. "Lo butuh seseorang?"
          
          Jingga langsung terkekeh gugup. "Gue?" Ia menunjuk dirinya sendiri sambil tertawa kecil. 
          
          "Hahaha, ngaco! Gue nggak butuh pacar. Apalagi kalau sampai ketemu orang kayak Langit. Yang ada, cowok itu duluan yang habis sama gue."
          
          *** 
          
          Akhirnya aku Up juga, Senja Untuk Samudra bab 7 publish yang kepo gas mampir 
          
          https://www.wattpad.com/1635561899