Di balik nama pena Iron Chancellor, berdiri seorang perancang dunia yang menulis dengan ketepatan seorang negarawan dan kekuatan seorang penempah baja. Kata-katanya tidak sekadar bercerita-mereka memerintah, membentuk, dan mengguncang. Setiap paragrafnya berdiri seperti pilar batu yang memikul langit, sementara setiap baris hadir dengan bobot sejarah yang baru lahir.
Gaya penulisan Iron Chancellor-Sinematik-Imersif Emosional-adalah ciri khas yang ia ukir dengan disiplin keras. Ia menghadirkan dunia bukan lewat penjelasan, melainkan lewat bayangan, kilatan cahaya, dan detik-detik yang menegangkan. Emosi tidak diumumkan, tetapi dipaksa muncul dari getaran meja, gemuruh mesin, atau napas lirih para tokohnya.
Dalam Caelvyrin: Beneath Starless Sky, Iron Chancellor melempar Indonesia ke panggung dunia lain. Bukan sebagai bangsa yang tersesat, tetapi sebagai kekuatan yang bertahan di bawah langit asing-bangsa yang menguji ulang jati dirinya di tengah benua raksasa, dewa batu, dan badai yang tidak mengenal nama manusia. Ia menulis transposisi itu dengan skala epik, namun tetap menambatkannya pada inti manusia: ketakutan, keberanian, dan tekad untuk bertahan.
Ia percaya bahwa dunia tidak dibangun oleh cerita yang mudah-tetapi oleh cerita yang mengubah cara kita memandang diri sendiri.
Setiap kata adalah perintah. Setiap adegan adalah keputusan. Setiap bab adalah takdir.
Dengan nama Iron Chancellor, ia memikul peran sebagai arsitek dunia dan saksi zaman. Ia menulis bukan untuk mengisi halaman, tetapi untuk menciptakan dunia yang bisa berdiri sendiri-dunia yang bergetar, bernapas, dan hidup jauh setelah bukunya ditutup.
- Se ha unidoNovember 6, 2025
Regístrate para unirte a la comunidad de narradores más grande
o
Hello it's me the author. Just want to ask, are my fanfict is moving to fast?Ver todas las conversaciones
Historia de Viki Firmansyah
- 1 Historia Publicada
Book I: Beneath the Stark's Shadow
45
2
4
In the icy halls of Winterfell, the last living Targaryens are hidden under the Stark's protection. Visenya T...