Ruangan putih yang dingin, tempatnya meringkuk dalam sepi. Memandang pagi, sore, dan malam yang terus berganti. Bernafas di setiap denyut nadi. Merasa sunyi dalam relung hati.
Tapi, dia lupa mengapa itu bisa terjadi.
Dia bahkan lupa mengapa dia bisa hidup.
Dan mengapa hatinya berdenyut sakit kala laki-laki itu memandangnya dalam balutan emosi yang tak ia mengerti?
Dan mengapa dia balas menatap sambil tersenyum?
Dia tak tahu, tapi emosinya bergejolak ketika balas menatap mata itu.
"Aku mencintaimu."
Dia tak tahu apa itu cinta, tapi biarkan dia mengatakannya meskipun terhalang oleh jarak.
Hanya untuk dia.
(AHD - 1 Juni)