Permisi kak, izin promosi.
Pemandangan kota masa lalu terlihat keren dan asri. Berbeda dengan masa depan yang penuh dengan polusi, udara kota ini masih segar, fresh meskipun padat dan ramai. Aneka lapak dagangan terjajah di sepanjang jalan, baik berupa gerobak, meja-meja panjang dan bangunan kokoh dari kayu maupun batu. Aneka kebutuhan terjual mulai pakaian, perabotan rumah tangga, senjata dan tentunya makanan, yang pasti tidak ada elektronik apalagi makanan kekinian macam sostel, corndog, Boba, apalagi sate taichan yang sempat viral akhir-akhir ini.
Tunggu dulu, mengapa aku jadi bahas makanan, ya?
"Melihat pemandangan ini seperti berada di adegan Drakor masa lampau. Keren juga, ya," celetuk Mirla. "Aduh... Jadi pengen ketemu sama kaisar atau tuan pangeran kerajaan, pasti ganteng dan glowiiing macam oppa-oppa Korea."
Mirla berteriak histeris, membuat beberapa pejalan kaki menoleh padanya.
"Uhh. Dasar pencinta Korea. Apa gak bosen melihatnya?" sindir Arfi. "Terlebih lagi sama boyband nya. Sampai norak begitu, bahkan sampai ada yang teriak-teriak memanggil idolanya. I love You, BT--"
BUAK! Mirla memukul kencang lengannya, melotot tajam. Dia jelas tersinggung, apalagi bawa-bawa nama pesonil boyband yang digemarinya. Andai saja ada gadis yang senasip dengan Mirla bisa-bisa Arfi akan jadi bahan pelampiasan, kena hujat dan paling para di gebukin beramai-ramai. Kira-kira bagaimana dengan nasib kacamatanya? Semoga saja gak rusak.
Bila minat linknya.
https://www.wattpad.com/story/252268025?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_reading&wp_page=reading&wp_uname=SayyaruFalaqil&wp_originator=iiRxSFMUQa8eVdFWUZZ8vQSauWZNaUn%2BehtAqscgWvgdy3Ht7te7vxKu2fnlwSwIsn126X0DUCL00H7E8cazdPmpc9JqhJ3ZH%2FncREnj9Ag4YHtwzsNrdiVCj1AAiixM