Di tengah-tengah langit gelap, ada sebuah bola terang yang menyinari semesta, titik-titik kecil bertebaran memantulkan cahaya. Di tengah-tengah mereka ada aku, si manusia yang tak seterang bulan, tak bersinar layaknya bintang, dan tentu tak segelap langit malam. Aku pernah bermimpi menjadi sebuah bulan yang menyinari setiap kehidupan manusia. Aku pernah bermimpi menjadi bintang yang di gemari banyak orang. Namun memang aku tidak pernah bermimpi menjadi langit malam, menurut ku langit malam begitu mencekam, tanpa adanya bulan, tanpa adanya bintang, hanya sebuah polosan yang suram. Itulah mengapa mereka adalah satu-kesatuan yang begitu elok.
Maaf kalau berantakan, nanti di benerin, kalau inger.