ilmaayyaa

Permisi, Kak! Suka cerita tentang kerajaan? Ini aku punya satu, dan ini cuplikannya! 
          
          "Aku tahu ini klise, Van." Putra Mahkota menatapku intens. Jemarinya mengambil tanganku. "Tetapi keinginanmu penting buatku." 
          
          Ravania berasal dari keluarga keturunan bangsawan yang biasa saja. Tidak ada dalam daftar hidupnya harus menikahi seorang putra mahkota. Bagi Ravania, kehidupannya sebagai dosen dan peneliti sudah cukup. 
          
          Gasendra, putra mahkota yang tidak ingin tahta. Bagi Gasendra, ia lebih tertarik mengabdi pada ilmu pengetahuan ketimbang bergelut dengan tahta kerajaan. Tetapi Ibu Ratu yang sakit, membuat Gasendra harus terima saat ibunya membuat sayembara untuk memilih siapa yang akan jadi pendampingnya. 
          
          Hingga Gasendra bertemu Ravania, salah satu kandidat putri mahkota yang juga bisa jadi kunci kesembuhan ibunya. 
          
          https://www.wattpad.com/story/387052518?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_reading&wp_page=reading&wp_uname=ilmaayyaa

anisa1276

Hallo, ini Biya. Khaliluna Anbiya. 
          Gadis lapuk di awal 30-an tahun yang masih enggan melepas masa lajangnya.
          
          Siapa peduli kalau orang-orang menyebutnya perawan tua? Mereka bahkan tak segan-segan menjadikan Biya sebagai pusat bisik-bisik dan perhatian.
          
          Tapi bagi Biya semua itu nggak penting. Toh gadis yang sudah menginjak umur kepala tiga itu selalu berprinsip "Selagi gue bahagia, persetan sama omongan orang."
          
          Begitulah sekiranya keyakinan teguh yang selalu Biya pegang. Lagipula nggak ada yang salah dari hidupnya. Lajang itu bukan AIB. Lajang jaman sekarang itu trendi. Right?
          
          Tapi kehidupan Biya yang terbilang aman dan bebas hambatan itu seketika jungkir balik saat Om Bagas memintanya mengisi posisi sekretaris menejer baru yang sekarang tengah kosong.
          
          "Aargh! JINGGA SIALAN!"
          
          .
          
          Askara Jingga. Bujang. 27 tahun. Songong, sombong, minus etika - dan anggap saja bisu. Tipikal bos-bos rese yang hobi menyiksa bawahan. Selalu sengit tiap kali menatap keberadaan Biya.
          
          Bagi lelaki blesteran Korea dan setengah surga itu, sosok Biya sudah seperti sumber dari segala macam masalah dan kesialan.
          
          "Kalau kamu manusia yang punya etika, kamu pasti tau namanya hukum timbal balik."
          
          Sial! Apalagi yang bisa Biya lakukan untuk mengembalikan hidupnya ke posisi semula - terbebas dari segala keruwetan ini? Kalau sepanjang hari dia harus berurusan dengan makhluk minus etika seperti Askara Jingga?
          
          Dibaca dulu gess..
          Pelan-pelan, tarik napas..
          Simpang di daftar bacaan..
          Tungguin notifikasi update..
          Siapa tau suka :)
          
          https://www.wattpad.com/story/234309515-ending-choice