walaupun memang belum 100%, tapi rasa sakit hati, sesak di dada, pikiran yang penuh, intensitas menangis, dan kesedihan mulai masuk ke kondisi menuju netral.
Walaupun, harus dicoba terus menerus dari diriku sendiri, karena kadang bisa ketrigger dari luar yang ternyata nyentil kuka batin inner childku, yang berujung emosi yang tak terkendali dan penyesalan pada akhirnya..
kenapa aku kayak bgitu ya?
harusnya aku enggak perlu pake marah kan ya?
kenapa aku jadi berteriak keras?
kenapa aku jadi seperti itu?