sudah berapa lama waktu berlalu nu?
seperti yang pernah aku katakan, Tuhan memang maha membolak-balikan perasaan bukan? ternyata pada akhirnya, kita tidak lagi menjadi topik obrolan di kertas baru. sisa-sisa bagian itu hanya aku biarkan mengendap di kepala dan tertimbun. aku sudah jauh pergi dari sana. dan cinta yang aku agung-agungkan itu, cuma jadi omong kosong anak usia remaja.
tahun ini, ulang tahun kita dirayakan di hari, tanggal dan bulan yang sama. kamu dan aku ternyata terlalu mempertahankan ego masing-masing, sampai menjadi asing.
tahun ini, nu tidak mengucapkan selamat ulang tahun untukku. tidak sama sekali meski hanya sebuah pesan singkat seperti tahun lalu.
tapi tidak masalah.
nu, apa kamu pernah bertanya seperti apa takdir Tuhan? apa kebetulan-kebetulan itu diciptakan untuk menjadi kebiasaan? apa benar garis kita akan tetap bersinggungan sampai umur tidak dapat lagi diperpanjang?
nu, apa kamu percaya waktu? apa kamu percaya kalo aku mampu menunggu seberapa lamapun itu?
kalau sekiranya perasaanmu sudah ada nu, aku mau kamu bilang. bukan apa-apa, hanya untuk memastikan bahwa kita sama-sama mau buat berjuang. berapa lamapun kamu mau mengejar mimpi dahulu, aku akan menunggu.