ardelinaaa

kabar baiknya;
          	aku berhenti menulis, karena seseorang menulisku jauh lebih indah.

ardelinaaa

sudah berapa lama waktu berlalu nu?
          
          seperti yang pernah aku katakan, Tuhan memang maha membolak-balikan perasaan bukan? ternyata pada akhirnya, kita tidak lagi menjadi topik obrolan di kertas baru. sisa-sisa bagian itu hanya aku biarkan mengendap di kepala dan tertimbun. aku sudah jauh pergi dari sana. dan cinta yang aku agung-agungkan itu, cuma jadi omong kosong anak usia remaja.

ardelinaaa

nu, apa kamu pernah bertanya seperti apa takdir Tuhan? apa kebetulan-kebetulan itu diciptakan untuk menjadi kebiasaan? apa benar garis kita akan tetap bersinggungan sampai umur tidak dapat lagi diperpanjang?
          
          nu, apa kamu percaya waktu? apa kamu percaya kalo aku mampu menunggu seberapa lamapun itu?