sagisagiya

Hidup itu seperti jalan raya. Kadang macet, kadang sepi, kadang ramai lancar. Kadang lo bakal ketemu sama makhluk nyebelin yang pengen lo tendang ke Sungai Amazon seperti Askara Jingga. Tapi untungnya setelah kejadian naas yang hampir membuat urat syaraf gue nyaris putus seketika, bos laknat nan terkutuk itu tiba-tiba aja hilang tanpa jejak.
          
          Iya, dia menghilang. Nggak tau ke mana. Nggak ada kabar. Mungkin dia lagi piknik ke alam baka atau mengarungi Samudra Hindia buat ketemu sama cemcemannya, Nyai Roro Kidul di Kutub Utara. Dia bahkan nggak bilang apapun sama gue. Tapi gue nggak peduli. Yaaa, buat apa juga gue peduli sama bos nggak ada akhlak macam Askara Jingga. Buang-buang waktu. Buang-buang tenaga. Nambah saldo ATM aja kagak, dapet dongkol jelas iya. Gue bahkan dengan senang hati mengadakan acara selametan tujuh hari tujuh malam kalau tu bos Titisan Medusa beneran lenyap dan menghilang selamanya dari hadapan gue.
          
          Mampir yukkk, happy reading :)
          https://www.wattpad.com/story/234309515-ending-choice

vanilalattes

Hai guys,mampir yuk ke ceritaku ,siapatau suka 
          
           Judulnya •COMPLICATED•
          
          Link: https://my.w.tt/HiBTAzrwg5
          
          Blurb:
          Keana Callandra. Cewek dengan sifat ceria dan manis yang pandai menyembunyikan kekecewaan dibalik senyuman,berpura pura pada dunia seolah dia yang paling bahagia. 
          
          Kemudian waktu mempertemukannya dengan seorang Gevan Raska Algebara teman masa kecilnya yang sama-sama pandai menyimpan rasa kecewanya.
          
          Namun pertemuan tersebut membawaa mereka  pada situasi yang rumit serta menumbuhkan rasa yang berujung pada patah hati.
          
          Pada akhirnya apakah mereka berhasil melewati semua kerumitan tersebut atau mereka akan memilih jalanya masing-masing?
          
          

Awwalia

"Nggak ada sahabat yang ciuman, Ru." Arsel berujar lirih sambil menyentuh bibirnya yang baru saja menyentuh milik Biru.
          
          "Gu..Gue. Maaf, Sel." Biru sendiri bingung dengan apa yang baru saja ia lakukan. 
          
          “Kamu nggak cinta sama Aku. Kamu cinta Nadin, tapi kenapa?”
          
          ***
          Arselia Mawar Syadid bertahun-tahun menjadi saksi betapa banyak cewek yang jatuh dalam pesona seorang Biru Alagian Gumelar.
          
          ia juga menjadi saksi bertapa banyak hati perempuan yang sahabatnya itu patahkan. Ia berani bersumpah, tidak akan menjadi salah satu dari cewek-cewek itu.
          
          Tapi kenapa ia harus kesal saat Biru memacari Anak Cheerleader di sekolah mereka? kenapa ia menangis saat Biru memilih pulang bersama Nadin dibandingkan dirinya?
          
          https://www.wattpad.com/story/217187042-friend-zone