Ranum, putik melati hembus kan sari. Mekar kuntum berseri. Haru biru tanpa nista terbelenggu oleh rayu. Tabir hidup akan kah luput dari lingkup menelungkup sayup. Hina dina tak berperi, bagai hembusan nadi mengalahkan arteri. Selangkah merapat singkat. Sayat demi sayat mayat di layat tanpa sengat pahat. Roda pedati berkeliling mencari jari-jari yang lari di kejar hari.