callmebilaaa1

"Yang cewek gimana, Ja?"
          	
          	"Cewek sama cowok. Nggak mungkin kita biarin mereka naik motor sampai ke Villa."
          	
          	"Kenapa enggak?" tanya Hazzael.
          	
          	"Nanti nyasar, ketinggalan, capek," balas Haidar.
          	
          	------
          	
          	"Za, motor gua masih kosong."
          	
          	Hazzael menoleh. Senyum lebar menghiasi wajahnya. "Kak Reza memang bisa baca isi hatiku, ya."
          	
          	"Dari calon menjadi pacar. Bersamamu aku sadar kalau bahagia itu ternyata sederhana. Aku nggak mau jadi masa lalu atau masa depan, maunya jadi masa sekarang dan seterusnya."
          	
          	Saya baru saja menerbitkan " 13. Touring Ke Villa, Pulangnya Bawa Perasaan  " cerita saya" PADUAN CINTA 101 [REVISI] ". https://www.wattpad.com/1576550806?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=callmebilaaa1

callmebilaaa1

"Yang cewek gimana, Ja?"
          
          "Cewek sama cowok. Nggak mungkin kita biarin mereka naik motor sampai ke Villa."
          
          "Kenapa enggak?" tanya Hazzael.
          
          "Nanti nyasar, ketinggalan, capek," balas Haidar.
          
          ------
          
          "Za, motor gua masih kosong."
          
          Hazzael menoleh. Senyum lebar menghiasi wajahnya. "Kak Reza memang bisa baca isi hatiku, ya."
          
          "Dari calon menjadi pacar. Bersamamu aku sadar kalau bahagia itu ternyata sederhana. Aku nggak mau jadi masa lalu atau masa depan, maunya jadi masa sekarang dan seterusnya."
          
          Saya baru saja menerbitkan " 13. Touring Ke Villa, Pulangnya Bawa Perasaan  " cerita saya" PADUAN CINTA 101 [REVISI] ". https://www.wattpad.com/1576550806?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=callmebilaaa1

callmebilaaa1

“Ada urusan sama gua?” tanya Reza kemudian. 
          
          Hazzael mengangguk kecil. “Sebenernya enggak juga. Aku cuma mau ngambil kartu. Tapi pas masuk, ya udah. Sekalian aja.”
          
          “Sekalian apa?”
          
          “Sekalian lihat Kak Reza.”
          
          ----
          
          “Kak Reza suka apa?”
          
          “Kenapa?”
          
          “Siapa tahu kita punya kesamaan.”
          
          Reza bergesar. Kini jarak mereka berdekatan. Dan dengan gerakan cepat, tubuh mereka saling berhadapan. “Gua suka lu. Gimana? Kita punya kesamaan?”
          Saya baru saja menerbitkan " 12. Niat Daftar OSIS, Malah Terjebak Cinta " cerita saya" PADUAN CINTA 101 [REVISI] ". https://www.wattpad.com/1572995963?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=callmebilaaa1

callmebilaaa1

“ Kamu pergi,” katanya akhirnya
          
          Charlotte menatapnya. “Tanpa berkata apa-apa.”Luke terdiam. 
          
          Lalu suara tawa yang tidak asing memecah keheningan di antara mereka. 
          
          “Kamu merindukanku.”
          
          Kepala Charlotte menggeleng dengan kuat. Tapi ia bisa merasakan rona merah di pipi. “Itu bukan jawaban,”sanggahnya.
          
          ----
          
          “Tapi hatiku berkata, kita akan sering bertemu.”
          
          “Tanyakan kepada hatimu, mengapa demikian?”
          
          Luke mencodongkan tubuhnya agar lebih dekat dan menyamakan dengan tinggi badan Charlotte. “Karena kita satu angkatan di universitas yang sama.”
          Saya baru saja menerbitkan " Pergi tanpa kabar,  kembali tanpa dosa " cerita saya" FROM PLUS-ONE TO LOVERS ". https://www.wattpad.com/1618184676?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=callmebilaaa1

callmebilaaa1

“Oh, iya, Kak. Boleh pinjam ponselnya? Tadi Ibu pesan sesuatu sama Zaza, tapi Zaza lupa.”
          
          “Ibu, ini Zaza. Tadi Ibu titip sesuatu, kan?”
          
          “Ah, masa Ibu lupa. Ibu, kan, titip calon menantu.”
          
          Reza langsung memalingkan wajah, menutup mulutnya dengan satu tangan.
          
          Hazzael meletakkan ponsel itu di meja, lalu menggesernya kembali ke arah Reza. “Kata Ibu, Zaza kebanyakan halusinasi.”
          
          -----
          
          “Gua tinggal belanja bentar —” katanya perlahan.
          
          “— Lu malah dapet bonus.”
          I just published " 11. Seseorang Di Kursi Seberang " of my story " PADUAN CINTA 101 [REVISI] ". https://www.wattpad.com/1571103625?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=callmebilaaa1

callmebilaaa1

“Jangan pergi ....” suaranya parau.
          
          “Mama?” panggilku lirih. 
          
          Ia tidak bangun.
          
          “Kenapa ... kamu lakukan itu?” Nada suaranya berubah. Seperti amarah yang telah dipendam begitu lama. 
          
          “Kenapa kamu meninggalkan kami?” gumamnya, nyaris seperti tangisan.
          
          ----
          
          “Kalau Papa benar-benar mencintai Mama, dia tidak akan pergi.”
          
          “Ibumu pernah meninggalkan semuanya.”
          
          “Yang bisa Nenek katakan hanya, ibumu pernah memilih sesuatu yang tidak semua orang berani pilih.”
          
          “Apa?”
          
          “Cinta.”
          I just published " Kisah Yang Tak Pernah Usai " of my story " CODE 17 ". https://www.wattpad.com/1614624253?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=callmebilaaa1

callmebilaaa1

Benang merah terentang dari satu foto ke foto lain, seolah menjadi penghubung.
          
          Jari orang itu bergerak pelan, menyentuh sudut foto terakhir — momen ketika Kiara dan teman-temannya mencoba membongkar kasus yang seharusnya tidak mereka usik. 
          
          “Sok pahlawan,” gumamnya lirih. Nada suaranya terdengar seperti menantang. Senyumnya melebar sedikit. Bukan senyum hangat. Bukan pula senyum bangga. Itu senyum seseorang yang menikmati sebuah permainan. 
          I just published " Siapa Lawan, Siapa Kawan? " of my story " CODE 17 ". https://www.wattpad.com/1613212812?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=callmebilaaa1

callmebilaaa1

Mom pernah memberitahu Charlotte betapa bahayanya kue muffin ini. 
          
          Tapi, setelah berkali-kali kembali di toko ini — ia sadar arti dari peringatan Mom. 
          
          ----
          
          “Kebetulan sekali.”
          
          Charlotte menyipitkan mata. “Kebetulan bagaimana?”
          
          “Aku juga akan ke sana,” ujar Emma ringan, seolah itu hal biasa. “Aku mengajukan diri dengan sukarela untuk mengantarkanmu ke asrama universitas.”
          
          Charlotte mengerutkan kening. “Simpan saja niat baikmu. Aku tidak mau kamu menangis seperti bayi.”
          
          I just published " Rasa manis yang tertinggal " of my story " FROM PLUS-ONE TO LOVERS ". https://www.wattpad.com/1612477687?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=callmebilaaa1

callmebilaaa1

“Dari mana kamu mendapatkan tiket konser ini?” tanya Charlotte pada akhirnya. 
          
          “Seseorang yang baik hati memberikan kepadaku —”
          
          “biar kutebak — seseorang dengan penampilan tenang, selalu tersenyum meski sedang marah, kacamata yang menjadi penanda bahwa dia semacam kutu buku ... dan orang itu adalah Thomas.”
          
          ----
          
          “Aku melihatmu malam itu.”
          
          Charlotte mengernyit. “Kapan?”
          
          “Malam prom. Kamu pergi berdua dengan lelaki yang berada di unit sebelah.”
          I just published " Echoes after the music " of my story " FROM PLUS-ONE TO LOVERS ". https://www.wattpad.com/1611770230?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=callmebilaaa1

callmebilaaa1

“Bagus. Lelucon apa kali ini.” Kate menggeram marah. Jari-jarinya menggenggam erat sebuah kipas mini yang terus berputar. 
          
          “Tidak apa-apa, Kate. Kita harus mempersiapkan sambutan hangat untuk anggota baru, kan? Mereka sudah berusaha dengan keras hanya untuk mengacau,” ucap Amelia. 
          
          “Selamat, Kiara. Olimpiade yang selalu diwakili oleh Kate kini menjadi milikmu. Aku tidak menyangka otak kecilmu berfungsi baik”
          
          I just published " Hak Suara Yang Berbahaya " of my story " CODE 17 [ REVISI!! ] ". https://www.wattpad.com/1610836471?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=callmebilaaa1

callmebilaaa1

“Bagaimana hubunganmu dengan kekasihmu?” tanya Anne tanpa mengalihkan pandangan. 
          
          “Kami putus.”
          
          “Itu bahkan bukan hubungan yang cukup lama untuk punya lagu kenangan.”
          
          ----
          
          “Tekuk lutut sedikit. Jangan kaku.”
          
          “Aku tidak kaku.”
          
          “Pundakmu seperti berkata 'aku seperti patung yang diberi sepatu ski'.”
          I just published " 04 " of my story " FROM PLUS-ONE TO LOVERS ". https://www.wattpad.com/1610617105?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=callmebilaaa1