Hazzael berdiri dengan bantuan ibunya, ajaibnya kedua kakinya baik-baik saja. Namun, rencananya tak berhenti di situ saja. Ia sengaja mengeluarkan suara batuk tanpa dahak.
“Aku masih agak sakit. Tiba-tiba lemas, lemah, letih, lunglai... Tapi kalau dipikir-pikir lagi. Kayaknya ini bisa lebih baik kalau aku duduk di sana.”
Hazzael mengangkat jari telunjuknya dengan gestur lemas. Ia menunjuk ruang di samping Reza. Alih-alih bersimpati, Ayah Hazzael justru datang dan dengan sigap menggendong putrinya masuk.
“Ayah! Aku bukan anak kecil! Aku bisa jalan! Aku udah sembuh! Serius!”
“Ayah! Malu, ih. Dilihat calon pac--calon orang sukses!”
I just published " 06. Merah Di Absensi, Merah Di Pipi " of my story " PADUAN CINTA 101 [REVISI] ". https://www.wattpad.com/1557178286?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=callmebilaaa1