callmebilaaa1

Aku melipat tangan di dada. "Apa kita bisa mempercayai Kakakmu?" 
          	
          	"Seratus persen bisa. Selama dia berada di rumah sakit jiwa, dia selalu mengatakan hal yang sama mengenai ruang Throne. Dan aku yakin, ada sesuatu yang disembunyikan Kakakku sebelum dia keluar."
          	
          	-----
          	
          	17 – 5 – 13 – 1 
          	
          	Di bawah kalimat itu tertulis angka-angka yang sulit dimengerti. Apakah angka ini menuliskan sebuah kode? Atau tanggal? Atau nomor lain yang tak mudah dipecahkan oleh anak sekolah sepertiku dan Jeffan? Aku membalik kertas itu dan hanya mendapati kekosongan di lembar sebaliknya.
          	Saya baru saja menerbitkan " Kebohongan " cerita saya" CODE 17 ". https://www.wattpad.com/1640518817?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=callmebilaaa1

callmebilaaa1

Aku melipat tangan di dada. "Apa kita bisa mempercayai Kakakmu?" 
          
          "Seratus persen bisa. Selama dia berada di rumah sakit jiwa, dia selalu mengatakan hal yang sama mengenai ruang Throne. Dan aku yakin, ada sesuatu yang disembunyikan Kakakku sebelum dia keluar."
          
          -----
          
          17 – 5 – 13 – 1 
          
          Di bawah kalimat itu tertulis angka-angka yang sulit dimengerti. Apakah angka ini menuliskan sebuah kode? Atau tanggal? Atau nomor lain yang tak mudah dipecahkan oleh anak sekolah sepertiku dan Jeffan? Aku membalik kertas itu dan hanya mendapati kekosongan di lembar sebaliknya.
          Saya baru saja menerbitkan " Kebohongan " cerita saya" CODE 17 ". https://www.wattpad.com/1640518817?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=callmebilaaa1

callmebilaaa1

Dalam hitungan detik, karton-karton itu ditarik ke samping.
          
          Hazzael refleks menoleh ke arah sumber sorakan paling keras.
          
          Lalu —
          
          Ia membeku.
          
          Tepat di sampingnya.... 
          
          Reza sedang berlutut menghadap ke arahnya.
          
          Setangkai mawar merah segar terangkat dalam genggamannya.
          Saya baru saja menerbitkan " 14. Perasaan yang sama " cerita saya" PADUAN CINTA 101 [REVISI] ". https://www.wattpad.com/1578493941?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=callmebilaaa1

callmebilaaa1

“Di mana teman payahmu itu?” tanya Mximilian atau yang sering dipanggil dengan Max. 
          
          “Kenapa tidak kamu hubungi saja?” tanyaku acuh. 
          
          “Apa? Aku? Kamu menyuruhku menghubungi si payah yang bahkan tidak satu level denganku? Tolong jangan membuat reputasiku menjadi jelek.”
          
          ----
          
          “bukankah ide itu justru akan membuat kekacauan? Kita tidak tahu bagaimana pemikiran seseorang. Bagaimana jika ini membuat mereka tertekan?”
          
          Jessie mencodongkan tubuhnya. “Kiara... Kiara... kamu pikir mereka semua yang masuk ke sekolah ini hanya untuk bersantai? Kamu pikir orang tua mereka memasukkan anak kesayangannya ke sini tanpa alasan? Kita semua hanya membantu mereka agar bisa mengambil apa yang seharusnya mereka miliki. Kamu tidak lihat bagaimana perkembangan prestasi di sekolah ini saat kami mengatur semuanya? Sekolah mendapat penilaian bagus. Dan mereka berhasil menjadi anak kebanggaan orang tuanya.”
          
          “Itu bukan membantu, Jessie. Itu memaksa,” balasku. “Kalian hanya menciptakan robot yang ketakutan, bukan murid yang beprestasi karena keinginan sendiri.”
          Saya baru saja menerbitkan " Pilot Project: Akselerasi Mental " cerita saya" CODE 17 ". https://www.wattpad.com/1627499504?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=callmebilaaa1

callmebilaaa1

Sebuah cerita tentang pulang, ketika rindu sudah terlambat.
          
          °
          °
          °
          
          Sebuah rumah di sudut desa pernah dipenuhi tawa dan kehangatan. Namun sejak kepergian Sang Ayah, kehidupan di dalamnya perlahan berubah. Seiring waktu, satu per satu anak pergi untuk mengejar kehidupan, membangun keluarga, dan meraih mimpi masing-masing. 
          
          Jarak membuat segalanya tak lagi sama. Kunjungan yang kian jarang, percakapan yang semakin singkat, serta rindu yang tak pernah benar-benar tersampaikan. 
          
          Hingga suatu hari, kabar itu datang dan memanggil mereka untuk pulang.
          
          Namun, tidak semua kepulangan berarti masih sempat bertemu.
          
          Saya baru saja menerbitkan " Tumpuan yang runtuh " cerita saya" IBU, AKU PULANG  ". https://www.wattpad.com/1624059920?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=callmebilaaa1

callmebilaaa1

"Yang cewek gimana, Ja?"
          
          "Cewek sama cowok. Nggak mungkin kita biarin mereka naik motor sampai ke Villa."
          
          "Kenapa enggak?" tanya Hazzael.
          
          "Nanti nyasar, ketinggalan, capek," balas Haidar.
          
          ------
          
          "Za, motor gua masih kosong."
          
          Hazzael menoleh. Senyum lebar menghiasi wajahnya. "Kak Reza memang bisa baca isi hatiku, ya."
          
          "Dari calon menjadi pacar. Bersamamu aku sadar kalau bahagia itu ternyata sederhana. Aku nggak mau jadi masa lalu atau masa depan, maunya jadi masa sekarang dan seterusnya."
          
          Saya baru saja menerbitkan " 13. Touring Ke Villa, Pulangnya Bawa Perasaan  " cerita saya" PADUAN CINTA 101 [REVISI] ". https://www.wattpad.com/1576550806?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=callmebilaaa1

callmebilaaa1

“Ada urusan sama gua?” tanya Reza kemudian. 
          
          Hazzael mengangguk kecil. “Sebenernya enggak juga. Aku cuma mau ngambil kartu. Tapi pas masuk, ya udah. Sekalian aja.”
          
          “Sekalian apa?”
          
          “Sekalian lihat Kak Reza.”
          
          ----
          
          “Kak Reza suka apa?”
          
          “Kenapa?”
          
          “Siapa tahu kita punya kesamaan.”
          
          Reza bergesar. Kini jarak mereka berdekatan. Dan dengan gerakan cepat, tubuh mereka saling berhadapan. “Gua suka lu. Gimana? Kita punya kesamaan?”
          Saya baru saja menerbitkan " 12. Niat Daftar OSIS, Malah Terjebak Cinta " cerita saya" PADUAN CINTA 101 [REVISI] ". https://www.wattpad.com/1572995963?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=callmebilaaa1

callmebilaaa1

“ Kamu pergi,” katanya akhirnya
          
          Charlotte menatapnya. “Tanpa berkata apa-apa.”Luke terdiam. 
          
          Lalu suara tawa yang tidak asing memecah keheningan di antara mereka. 
          
          “Kamu merindukanku.”
          
          Kepala Charlotte menggeleng dengan kuat. Tapi ia bisa merasakan rona merah di pipi. “Itu bukan jawaban,”sanggahnya.
          
          ----
          
          “Tapi hatiku berkata, kita akan sering bertemu.”
          
          “Tanyakan kepada hatimu, mengapa demikian?”
          
          Luke mencodongkan tubuhnya agar lebih dekat dan menyamakan dengan tinggi badan Charlotte. “Karena kita satu angkatan di universitas yang sama.”
          Saya baru saja menerbitkan " Pergi tanpa kabar,  kembali tanpa dosa " cerita saya" FROM PLUS-ONE TO LOVERS ". https://www.wattpad.com/1618184676?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=callmebilaaa1

callmebilaaa1

“Oh, iya, Kak. Boleh pinjam ponselnya? Tadi Ibu pesan sesuatu sama Zaza, tapi Zaza lupa.”
          
          “Ibu, ini Zaza. Tadi Ibu titip sesuatu, kan?”
          
          “Ah, masa Ibu lupa. Ibu, kan, titip calon menantu.”
          
          Reza langsung memalingkan wajah, menutup mulutnya dengan satu tangan.
          
          Hazzael meletakkan ponsel itu di meja, lalu menggesernya kembali ke arah Reza. “Kata Ibu, Zaza kebanyakan halusinasi.”
          
          -----
          
          “Gua tinggal belanja bentar —” katanya perlahan.
          
          “— Lu malah dapet bonus.”
          I just published " 11. Seseorang Di Kursi Seberang " of my story " PADUAN CINTA 101 [REVISI] ". https://www.wattpad.com/1571103625?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=callmebilaaa1

callmebilaaa1

“Jangan pergi ....” suaranya parau.
          
          “Mama?” panggilku lirih. 
          
          Ia tidak bangun.
          
          “Kenapa ... kamu lakukan itu?” Nada suaranya berubah. Seperti amarah yang telah dipendam begitu lama. 
          
          “Kenapa kamu meninggalkan kami?” gumamnya, nyaris seperti tangisan.
          
          ----
          
          “Kalau Papa benar-benar mencintai Mama, dia tidak akan pergi.”
          
          “Ibumu pernah meninggalkan semuanya.”
          
          “Yang bisa Nenek katakan hanya, ibumu pernah memilih sesuatu yang tidak semua orang berani pilih.”
          
          “Apa?”
          
          “Cinta.”
          I just published " Kisah Yang Tak Pernah Usai " of my story " CODE 17 ". https://www.wattpad.com/1614624253?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=callmebilaaa1

callmebilaaa1

Benang merah terentang dari satu foto ke foto lain, seolah menjadi penghubung.
          
          Jari orang itu bergerak pelan, menyentuh sudut foto terakhir — momen ketika Kiara dan teman-temannya mencoba membongkar kasus yang seharusnya tidak mereka usik. 
          
          “Sok pahlawan,” gumamnya lirih. Nada suaranya terdengar seperti menantang. Senyumnya melebar sedikit. Bukan senyum hangat. Bukan pula senyum bangga. Itu senyum seseorang yang menikmati sebuah permainan. 
          I just published " Siapa Lawan, Siapa Kawan? " of my story " CODE 17 ". https://www.wattpad.com/1613212812?utm_source=android&utm_medium=profile&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=callmebilaaa1