Charlotte tidak pernah pandai berbohong, kecuali pada harga dirinya sendiri.
Ketika Ruby yakin ia akan datang ke malam prom seorang diri, Charlotte memilih satu kebohongan kecil, mengaku memiliki kekasih. Alasan utamanya ialah untuk menyelamatkan dirinya sendiri.
Kebohongan itu seharusnya berhenti di sana.
Namun takdir mempertemukannya dengan Luke. Tetangga baru yang tinggal di apartemen sebelah. Dalam situasi terdesak yang dibungkus keberanian nekat, Charlotte berkata,“Jadilah kekasihku, hanya untuk satu malam.”
Malam prom itu mereka lalui sebagai sepasang kekasih palsu. Mereka bergandengan tangan selayaknya pasangan lain. Berdansa di bawah sorot cahaya.
Namun setiap pertemuan selalu berakhir dengan perpisahan.
Satu malam berubah menjadi kenangan.
Dan satu peran terasa terlalu nyata untuk disebut sandiwara.
Luke kembali ke kotanya, meninggalkan Charlotte tanpa salam perpisahan. Hubungan yang tak pernah benar-benar nyata itu pun berakhir.
Beberapa bulan kemudian, takdir seolah mempermainkan mereka. Mereka bertemu kembali di bawah jam besar di pusat kota. Tepat saat jam berdentang, mereka bertemu pandang. Lelaki yang selama ini membuat hati dan pikirannya gundah — berdiri di hadapannya dengan tatapan sulit diartikan. Ternyata beberapa waktu yang dihabiskan bersama Luke, tidak membuat Charlotte benar-benar mengenal Luke. Lelaki yang selama ini hidup dalam bayang-bayangnya mungkin bukan seseorang yang benar-benar ia kenal.
Apakah kisah cinta yang dulu hanya sandiwara layak diperjuangkan? Apakah Charlotte tetap akan menaruh hati setelah tahu siapa Luke sebenarnya?
https://www.wattpad.com/story/407700826?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_writing&wp_page=create&wp_uname=callmebilaaa1