diksiasal_
Bagaimana jika sampai saat ini pun kamu masih memiliki hak istimewa didiriku; didalam relungku; dititik terdalam ruang hatiku.
disana hanya kamu yang tinggal; menguasai; memaksa sel-sel tubuh dan jiwaku; melarang siapapun masuk mengusik singgasanamu.
Ku katakan kamu brengsek; sebab tak mau hilang.
Ku katakan kamu bedebah; sebab tak mau singgah.
Kamu sialan!
Sialan!
Sialnya lagi, hanya bibirku yang berteriak.
Sedang hatiku tidak; dia keras kepala mengagungkanmu!