diksiasal_

Bagaimana jika sampai saat ini pun kamu masih memiliki hak istimewa didiriku; didalam relungku; dititik terdalam ruang hatiku.
          	
          	disana hanya kamu yang tinggal; menguasai; memaksa sel-sel tubuh dan jiwaku; melarang siapapun masuk mengusik singgasanamu.
          	
          	Ku katakan kamu brengsek; sebab tak mau hilang.
          	Ku katakan kamu bedebah; sebab tak mau singgah.
          	
          	Kamu sialan!
          	Sialan!
          	
          	Sialnya lagi, hanya bibirku yang berteriak.
          	Sedang hatiku tidak; dia keras kepala mengagungkanmu!

Vden21

@ diksiasal_  sialan emang dia
Reply

diksiasal_

Bagaimana jika sampai saat ini pun kamu masih memiliki hak istimewa didiriku; didalam relungku; dititik terdalam ruang hatiku.
          
          disana hanya kamu yang tinggal; menguasai; memaksa sel-sel tubuh dan jiwaku; melarang siapapun masuk mengusik singgasanamu.
          
          Ku katakan kamu brengsek; sebab tak mau hilang.
          Ku katakan kamu bedebah; sebab tak mau singgah.
          
          Kamu sialan!
          Sialan!
          
          Sialnya lagi, hanya bibirku yang berteriak.
          Sedang hatiku tidak; dia keras kepala mengagungkanmu!

Vden21

@ diksiasal_  sialan emang dia
Reply

diksiasal_

Rindumu terlalu dalam, dia bahkan tak mampu menyelam.
          Lalu kamu berharap apa?
          
          Berharap;
          "Seandainya dia begini, seandainya dia begitu"
          
          Jangan,
          Bahkan jika kamu melangitkan rindumu,
          dia tidak akan mampu melihatnya.
          
          Sebab kamu bukan apapun baginya,
          Kamu bukan kesenangannya, kamu bukan kegemarannya, kamu bukan yang diharapkannya.
          
          
          Jadi, berhenti saja.
          Semesta tak merestui.
          
          :)

diksiasal_

Tidak pernah saling memiliki, namun enggan saling melepaskan.
          Begitulah kira-kira kamu dan aku.

diksiasal_

@ PEDchoiceishard  selayaknya angin kencang yang takut mendekap dedaunan, sebab takut menjadikannya jatuh berguguran. Aku dan kamu memilih berlalu, barangkali dihidup yang selanjutnya, tidak adalagi daun yang merindui angin.
Reply

PEDchoiceishard

@diksiasal_ Tak pernah berani untuk saling mengungkap, namun hanya bisa untuk saling menatap. 
            Begitulah kita berdua.
Reply