duahurufsaja

Bisu menenggelamkan kata.
          	
          	Hanya do'a yang menjadi bahasa rindu.
          	
          	

duahurufsaja

Di satu masa, kita pernah menganggap sama nilai suatu kebenaran, saat itu kita erat, akrab seperti keluarga. Hingga waktu dengan bajingan mengacak-acak keadaan, keadaan membuat kita belajar berulang kali untuk menjadi lebih baik. 
          
          Sayangnya pelajaran itu membawa kita berjalan pada dua kebenaran yang berbeda. Kau ke utara dan aku ke selatan. Sedang teman kita yang lain masih menanti kita kembali di ufuk timur. 
          
          Tapi untuk sekedar berkabar kita menjadi penakut, sebab kita semua takut penolakan.
          
          Tentu saja tak ada yang salah, keadaan berubah adalah keabsolutan kehidupan. Jika ada yang tak bisa kembali, bahkan untuk dua tangan yang pernah saling menguatkan, mari kita sama-sama paham. Memang beberapa hal, tak akan pernah bisa lagi menjadi sama, bahkan jika itu pemahamannya. 
          
          

duahurufsaja

Setiap tahun kita selalu punya cerita yang tidak pernah usai. Cerita itu akan terus berganti setiap hari, setiap detik, setiap menit bahkan setiap jam. 
          
          Kita sudah di dewasakan oleh semua permasalahan hidup, entah itu masalah kecil sampai masalah besar sehingga kita mampu menyelesaikan bahkan bangkit dari ketepurukan.
          
          Di penghujung tahun ini berjudul Cerita Hidup Bagian Dari 365 Hari Selama 12 Bulan.
          
          Semoga cerita kita tahun ini akan menjadi bagian dari cerita kita tahun depan .
          
          Tbh, 31 Desember 2023 | 11 . 41
          
          

duahurufsaja

Hari ini aku mulai menjauh dari twitter. Aku merasa tidak ada gunanya berlama lama disitu. Aku sudah melakukan apa yang ku bisa. Melakukan yang terbaik untuk membuatmu kembali mempercayai bahwa aku ingin memperbaiki hubungan kita. Aku sudah berusaha memperbaiki kesalahanku. Ternyata aku berjuang sangat keras diatas angan, serta harapan.
          
          Pilu hati ingin dekat sekedar sebagai teman engkau. Namun kau tak terlihat ingin dan tak dapat ku raih. Kau mencegah langkahku untuk meraihmu. Tembokmu terlalu tinggi. Aku menyerah, kalah.