Dia bukan Arjuna Dewangga
Yang begitu mengagumi senja
Dia bukan Ambrossius Biru
Yang puisinya syarat akan kelabu
Dia bukan Bendara Raden Mas Arianta
Yang lukisannya elok dipandang mata
Dia bukan Nala Anarki
Yang dikelilingi banyak wanita namun tetap teguh di satu hati
Dia bukan Erlangga Tunggadewa
Yang terkenal dan menjadi sorotan media
Dia adalah dia
Teruna metropolitan yang bersikap apatis di hadapan dara jelita
Dia adalah dia
Pemuda tampan tiada berkuda yang senyumnya seindah aurora
Dia adalah dia
Lelaki paling kubenci namun tetap aku kagumi
Dia adalah kamu
Yang hatinya tak pernah untukku
Tuan apatis, untaian kata ini kutujukan untukmu
Untuk semua perih yang datang
namun tak pernah membuat rasaku hilang
Untuk segala kecewa yang ada
tapi tak kunjung menimbulkan jera
Dan untuk setiap benci yang tercipta
yang justru menghadirkan segenggam asa
-asalasalan, D-1 US. D-22 UNBK