idsexy

 KegateLan!!!
          Rekomendasi cerita 
          
          Aku tidak menjanjikan apa-apa cuma baca aja dan kamu akan merasakan apa yang namanya jungkir balik perasaan mu 
          
          High 1#Gokil
          
                    1# APL
          
          Part 64 (Sisy bed)
          
          Cuplikan adegan Ali dan Kenzi :
          
          
          "Cuma pertanyaan Pi, kapan Papi mau cerita tentang kondisi Sisy sama Mami Gisell?"
          
          Kenzi menghembuskan napasnya, untuk semenit dia hanya bisa diam hingga sebuah kalimat berhasil membuat napas Ali seakan berhenti habis sampai di situ.
          
          "Sebaiknya kamu yang ngasih tau Gisell jangan Papi. Minta Gisell berdoa dan menyiapkan segala sesuatunya untuk Sisy."
          
          "A..apa maksud.. Apa maksud.. omongan Papi sesuatu itu?" tanya Ali gagu.
          
          Semua yang ada di ruangan itu berdiri berusaha mencegah Kenzi mengatakan sesuatu yang dapat memicu emosinal Ali. Tapi sayangnya sebelum ada yang menghalangi Kenzi bicara pria itu sudah duluan mengatakan kalimat yang sangat menyakiti hati Ali.
          
          "Tanah tempat Sisy tidur nak."
          
          
          Bagi siapa saja yg  mau membaca cerita ini boleh klik tulisan biru di ⬇ ini :
          
          https://my.w.tt/ZfWm5h2ad6
          
          
          
          Dan yang mau baca PBB part 49 [Troublemaker] juga sudah up
          
          High 22# Bucin 
          
          Mau Baper krn ini, baca ya ^^
          
          Yg penasaran baca klik tulisan di bawah ⬇ ini :
          https://my.w.tt/Mu09BWBDa6
          
          
          

SriKaya5

Hallo, Kak, salam kenal.
          
          Aku mau recomen  cerita ini.
          Kisah Mahaprana Sultan--cowok asal Banjarmasin yang selalu mengaku sebagai orang kaya dan sedikit mesum--bretemu  dengan Yasmin--si cewek miskin yang berharap daoat jodoh orang kaya.
          
          
          Genrenya Romance -Comedy.
          
          ♡♡♡♡
          
          Ran menunduk. Sebenarnya kasihan juga dia. Mungkin benar kata Mas Agung, hidup Ran penuh tekanan. Makanya jadi banyak halu.
          "Ya udah, deh, jangan diambil hati," bujukku padanya.
          "Gak, kok," jawab Ran. "Aku cuma kepikiran, apa bener keluargaku udah nggak ada yang peduli denganku."
          Ran mendesah. "Apa mereka gak anggap aku sebagai keluarga lagi?"
          "Mungkin enggak. Siapa tau mereka lagi cari kamu, tapi belum ketemu.
          "Oh!" Ran mengangguk. "Misalkan keluargaku, udah nggak anggap aku lagi, kamu mau nggak jadi keluargaku?"
          
          Aku tersenyum. "Pasti. Kita semua udah anggep kamu keluarga."
          "Bukan. Aku tuh, maunya membina keluarga bahagia bersama, gitu."
          Aku bingung dengan maksud Ran.
          "Maksudnya menciptakan generasi penerus yang tampan dan cantik."
          Aku menghela napas dengan kasar. Anak ini! aku membatin. Kucopot sandal, lalu kutampol dia. Kebiasaan, otak mesumnya itu nggak pernah dibuang.
          
          
          Klik saja
          
          https://my.w.tt/X5zdVgYWE1