fyani_

Halo guys, aku Fyani.
          	Sebelum lanjut ke cerita, aku mau jujur dulu sebentar ya.
          	Aku lagi di fase galau sebagai penulis—di satu sisi pengen lanjut karena aku belum bisa move on dari Noctis, masih banyak karakter dan plot yang pengen aku dalami. Tapi di sisi lain, aku juga takut maksa cerita jalan tanpa rasa yang sama.
          	Jadi aku pengen denger pendapat kalian 
          	Mending Noctis dilanjutin… atau cukup sampai sini dulu?

fyani_

Halo guys, aku Fyani.
          Sebelum lanjut ke cerita, aku mau jujur dulu sebentar ya.
          Aku lagi di fase galau sebagai penulis—di satu sisi pengen lanjut karena aku belum bisa move on dari Noctis, masih banyak karakter dan plot yang pengen aku dalami. Tapi di sisi lain, aku juga takut maksa cerita jalan tanpa rasa yang sama.
          Jadi aku pengen denger pendapat kalian 
          Mending Noctis dilanjutin… atau cukup sampai sini dulu?

fyani_

Hai semuanya!
          
          Terima kasih banyak sudah membaca cerita Noctis sampai sejauh ini. Jujur, setiap kali lihat jumlah pembacanya naik, rasanya kayak… wah, ternyata ada yang beneran mengikuti perjalanan mereka sampai sekarang! 
          
          Setiap chapter yang aku tulis selalu terasa lebih hidup karena kalian masih di sini—meski diam, meski tanpa komentar—aku tetap bersyukur banget. Beneran.
          
          Tapi kalau kalian mau, aku juga akan senang banget membaca pendapat kalian.
          Komentar apa pun diterima, bener-bener apa saja misalnya,
          
          suka atau kesel sama karakter tertentu
          teori kalian
          bagian favorit
          atau sekadar “hai aku baca!” 
          
          Komentar kecil pun bisa bikin aku makin semangat nulis, karena aku jadi tahu cerita ini menyentuh kalian juga.
          
          Terima kasih sudah bertahan sejauh ini.
          Semoga kalian tetap menikmati bab-bab selanjutnya! ✨