heyzora

p for punten, setelah sekian purnama hiatus, zora bakal mulai nulis lagi di sinii. fyi, selama hiatus kemampuan nulis zora literally bener-bener hilang. mungkin karena sumber motivasi utama dari 80% cerita zora 3.5 tahun lalu hilang. dan selama 3.5 tahun ini, zora terus merenungi, apa yang kurang dan masih mengganjal hingga saat ini. finally, zora memutuskan untuk kembali menulis lagi. hopefully y'll enjoy with my stories!! <3

jestheraaile

Halo Kaka izin promosi ya
          
          https://www.wattpad.com/story/401209901?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=jestheraaile
          
          18+
          Suasana disuatu tempat di Sma Ganesha terlihat sangat mencekam.
          
          "Kenapa lo ada di sana sama dia" ucap seseorang suaranya sangat rendah dan tenang tetapi penuh ancaman. 
          
          Terus melangkah kini hanya berjarak satu jengkal dari Jesthera. Wajahnya yang sempurna terlihat jelas di bawah cahaya remang rahangnya tegas matanya tajam dingin dan menusuk.
          
          "Bukan urusan lo. Gue bebas milih mau sama siapa" ucap Jesthera masih tenang dengan tatapan yang menantang sambil menepis orang itu yang tadi sempat mencengkeram lengannya.
          
          "Bebas?" ucap orang itu dengan sudut bibir yang terangkat sedikit membentuk senyum tipis yang kejam. 
          
          "Sejak kapan barang gue bisa bicara tentang bebas?" Dia kembali melangkah maju satu langkah membuat Jesthera mundur selangkah ke dinding. 
          
          "Gue bukan barang lo" sahut Jesthera.
          
          "Oh ya?" 
          
          Tatapannya mengunci Jesthera seolah menguliti jiwanya. Dia terus melangkah maju mengikis jarak wajahnya yang sempurna itu tak menunjukkan emosi namun aura dominasinya begitu kuat sampai Jesthera tidak bisa bergerak punggungnya kini menempel di dinding yang dingin.
          
          "Look baby girl" bisiknya dengan suara serak dan dalam tepat di telinga Jesthera membuat bulu kuduk gadis itu meremang. 
          
          Dia mengangkat tangan kirinya jari-jari panjangnya yang dingin dengan lembut namun memaksa memegang dagu Jesthera. Lalu menarik dagu gadis itu ke atas memaksa pandangan gadis itu bertemu langsung dengan tatapan tajamnya. Mata gelapnya mengunci mata Jesthera seolah ingin melihat sampai ke dasar jiwanya. Aura dominasi yang tak tergoyahkan menyelimuti Jesthera membuatnya tak bisa lagi berpaling.

heyzora

p for punten, setelah sekian purnama hiatus, zora bakal mulai nulis lagi di sinii. fyi, selama hiatus kemampuan nulis zora literally bener-bener hilang. mungkin karena sumber motivasi utama dari 80% cerita zora 3.5 tahun lalu hilang. dan selama 3.5 tahun ini, zora terus merenungi, apa yang kurang dan masih mengganjal hingga saat ini. finally, zora memutuskan untuk kembali menulis lagi. hopefully y'll enjoy with my stories!! <3

heyzora

p for punten, my ex is my husband sudah kembali update lagi setelah hampir setengah tahun hiatus. maaf kalau chemistry-nya nggak sekental dulu dan di part 16 agak sedikit aneh. zora lagi menyesuaikan untuk nulis lagi. soon bakal direvisi yaa, sekarang mau sambil belajar nulis lagi pelan-pelan dan memahami karakter tokohnya juga muehehehehe. semoga suka <3

heyzora

@akufani iyoww semangat juga fan wkwkwk. makasihh, gapapa kokk sans ajaa <3
Balas

akufani

@ heyzora  wokehh semangad sobb!! Btw happy birhday yaww <3 Sorry telat ngucapin T_T
Balas

heyzora

@akufani  iya hahahahaha. baru berdamai dengan kenyataan kalau ada cerita yang dibuat karena janji, so harus ditepati walaupun berattttt dan udah agak lupa sama karakternya terutama karakter gerald sksksksk
Balas