Aku hanya ingin menagih janji, sebab aku takkan bisa melihat nya tersesat karena janjinya. Janji adalah hutang, dan setiap perkataan/perlakuan mempunyai karmanya.
Dan aku hanya ingin mempermudah hidupnya.
Biarlah sakit ini aku pendam, melihat dia bahagia, dan tetap menghubungi ku seperti 'teman' saja sudah cukup, selebihnya aku cukup sadar diri saja.
Terimakasih cowok manisku, hubungan kita belum lama tapi yang kita lakukan sudah jauh dan cukup dalam untuk di lupakan, kau memberikan cinta dan kasih yg blm aku dapat sebelum nya.
Kau yang menerima banyak kurangku, mengerti pola pikirku. Memberikan nasehat yang baik serta tak pernah membuat ku merasa sendiri.
I love u cowok manisku, aku tdk akan menerima kata 'semoga kau menemukan yg lebih baik' bagiku kau yang terbaik (jika ada yg lebih baik dari sakit itu maka dialah) tapi mungkin masih kau yang terbaik. Aku takkan mendoakan mu seperti itu, kenapa? Kita sudah jadi yg terbaik untuk masing-masing hanya saja Tuhan menyiapkan hal yang lebih besar dari pertemuan ini.
Tuhan tau mana yang benar, dan memisahkan hambanya itu suatu hal yang indah. Berarti masih ada sesuatu yang perlu di tempu.
Love u sayang, Rehan saputra.