wuling1995

Dan bagi Jingga, itu sudah lebih dari cukup. Karena setelah sekian lama merasa hidup seperti berjalan sendiri, ia akhirnya menyadari seseorang bisa hadir bukan untuk menyelamatkan...
          tapi sekadar menemani langkahmu pulang, walau dengan sepeda berderit dan lelucon yang terlalu receh untuk disebut lucu.
          ---
          
          Hanya hari-hari yang terasa sedikit lebih hangat, sedikit lebih hidup. Perubahan yang nyaris tak terdengar, tapi cukup terasa jika diperhatikan dengan hati.
          ---
          Yang mau feedback gasss chatt langsung
          ---
          https://www.wattpad.com/story/394369075?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=wuling1995

rosanayulia_

Hello Kak, salam kenal. Bila berkenan, baca cerita 'Cat and Boy', yuk :)
          Blurb:
          Wisuda. 
          
          Kata yang menunjukkan sebuah pencapaian luar biasa bagi seluruh mahasiswa, karena mereka telah berhasil melalui lika-liku kehidupan kampus. Seharusnya momen tersebut menjadikan Aurum Andascara, mahasiswi berwajah cantik dan ber-ipk tinggi bahagia, akan tetapi ini sebaliknya, penuh kemuraman, kesedihan, serta tangan yang bermandikan darah. Walaupun begitu, ia kepalkan erat-erat, obsidiannya memandang lekat pemandangan danau yang tak jauh dari hadapannya.
          
          "Maaf ... maafkan aku ..." katanya dengan gemetar. Tak ada orang yang menyahut, selain suara klakson dari lalu lalang kendaraan yang melintas. Semilir angin membelai halus rambut pirang yang acak-acakan. Bukan hanya itu, sang bayu tersebut menjadikan dirinya semakin sesak, malam yang sunyi, rembulan juga malu-malu untuk melihat sosok yang tengah mengalami depresi berat. 
          
          "Maaf ...." 
          
          Setelah itu, Aurum menaiki pembatas jembatan, lalu terjun bebas ke bawah sana, danau yang deras akan air jernihnya.
          
          ♦♦♦     
          Jangan lupa tinggalkan jejak ya, terima kasih♥  Https://www.wattpad.com/story/173217135