Watpad jadi menggelikan saat iklan-iklan bertebaran. Kenapa aku harus mentalsikannya, ini akunku sendiri. Puisiku sendiri. Sepertinya aku harus berkemas-kemas membereskan puisi-puisi, dan angkat kaki dari sini. Kenapa tak ada tempat yang tidak meninggalkan nyeri.
Watpad jadi menggelikan saat iklan-iklan bertebaran. Kenapa aku harus mentalsikannya, ini akunku sendiri. Puisiku sendiri. Sepertinya aku harus berkemas-kemas membereskan puisi-puisi, dan angkat kaki dari sini. Kenapa tak ada tempat yang tidak meninggalkan nyeri.
Pada tiap baris-baris sajak yang lebam didera patah hati, pada tiap baris-baris puisi yang pilu dirundung rindu, berpuisi malam ini sulit sekali, jemari kaku, lengan kelu, kata-kata bersembunyi malu..
Tenang nduk aku masih suka bikin puisi, ya gimana ya nduk, isi kontenku cuma kamu.Takutnga kalo pindah haluan jadi yutuber takut sabskribenya minus. Isi kontennya tidaa kaya, itu-itu saja. Huhu..
selepas seharian tak bisa mengakses whatsup dan bermacam aplikasi untuk membuatmu bebas bicara, aku kini menyadari ketentramanku selama ini ternyata direbut oleh sosial media. Selamat menikmati sunyinya bicara.