kaariinaabluu

Part #12 udah update.
          	
          	Kalau kata papanya Isabella :
          	"-Tapi dia dicintai. Dan selama itu, she’s going to be okay"

kaariinaabluu

Part keenam hadir sebagai ruang sunyi untuk merenungi masa lalu, bukan sebagai beban, melainkan sebagai pelajaran yang pernah singgah. Hubungan yang telah usai tidak lagi berdiri sebagai hutang yang harus dibayar, tidak pula sebagai kesalahan yang terus disesali. Ia hanyalah jejak, bekas langkah yang pernah diambil dengan versi diri yang berbeda dari hari ini.
          
          Masa lalu tidak menuntut penebusan. Ia hanya ingin dipahami. Bahwa apa yang pernah terjadi membentuk cara pandang, mengajarkan batas, dan memperkenalkan arti kehilangan tanpa harus memaksa kita tinggal di sana. Tidak ada yang keliru dengan hidup yang sekarang, sebab setiap pilihan yang diambil hari ini lahir dari proses panjang yang pernah dilalui kemarin.
          
          Dunia tidak pernah berhenti mengajar. Ia menjelma dalam pertemuan dan perpisahan, dalam tawa yang singkat dan luka yang lama sembuhnya. Manusia datang sebagai bentuk pelajaran paling nyata, kadang lembut, kadang menyakitkan, namun selalu meninggalkan makna. Dari merekalah kita belajar memahami diri sendiri, mengetahui apa yang layak dipertahankan dan apa yang harus dilepaskan.
          
          Jangan takut melangkah, teman. Tidak ada jalan yang benar-benar sia-sia. Setiap langkah, sekecil apa pun, membawa pelajaran yang diam-diam membentuk kita menjadi lebih utuh. Bahkan kegagalan pun memiliki caranya sendiri untuk mendewasakan, mengajarkan keberanian, dan menumbuhkan keikhlasan.
          
          Apa pun yang terjadi hari ini adalah bagian dari proses belajar. Ia mungkin terasa berat saat dijalani, namun kelak akan menjadi alasan mengapa kita mampu berdiri lebih tegak esok hari. Hidup tidak meminta kesempurnaan, hanya keberanian untuk terus belajar dan menerima bahwa diri kita yang sekarang adalah hasil dari semua pelajaran yang pernah kita jalani.
          
          https://www.wattpad.com/story/406338263?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=kaariinaabluu 

kaariinaabluu

Cerita keempat akhirnya berhasil aku tulis ,dengan judul What We Could Not Leave Behind. Dalam cerita ini, kalian akan dibawa lebih dekat dengan dunia Isabella dan Jendra, merasakan setiap emosi yang mereka pendam, setiap keraguan, keceriaan, dan kehangatan yang tercipta di antara mereka. Visualisasi karakter Enami Asa dan So Junghwan menambah kedalaman pada kisah ini, membuat interaksi dan chemistry mereka terasa lebih nyata dan hidup.
          
          Selamat menikmati kisah Isabella dan Jendra, menyelami perjalanan mereka yang penuh dengan tawa, air mata, dan kenangan yang tak mudah dilupakan. Semoga cerita ini mampu menghadirkan pengalaman membaca yang hangat, menyentuh hati, dan membuat kalian ikut terbawa dalam setiap momen yang mereka jalani. Jangan lupa rasakan setiap detik, karena kisah mereka bukan hanya tentang cinta, tapi juga tentang keberanian untuk menghadapi masa lalu dan melangkah ke masa depan bersama.
          
          https://www.wattpad.com/story/406338263?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=kaariinaabluu

kaariinaabluu

Malang, 26 Oktober 2025
          Nara Nadir
          
          Di antara tulisanku yang belum sempat menjadi indah, yang masih gugup berdiri di antara baris dan sunyi, aku hanya berharap kalian masih bisa merasakan napasnya—napas yang rapuh, tapi jujur. Ia bukan datang dari keinginan untuk dikagumi, melainkan dari kerinduan yang tak pernah sembuh; kerinduan untuk tetap hidup, walau hanya melalui kata yang nyaris kehilangan maknanya.
          
          Setiap huruf yang tertulis adalah sisa denyut dari hati yang menua terlalu cepat, namun masih ingin dikenang. Aku menulis bukan karena kuat, tapi karena di dalam tiap gores yang berantakan itu, ada diriku yang sedang berusaha bertahan agar tak benar-benar hilang. Sebab menulis, pada akhirnya, adalah caraku memeluk yang tak sempat aku jaga—dan melepaskan yang tak sanggup aku simpan.