Part keenam hadir sebagai ruang sunyi untuk merenungi masa lalu, bukan sebagai beban, melainkan sebagai pelajaran yang pernah singgah. Hubungan yang telah usai tidak lagi berdiri sebagai hutang yang harus dibayar, tidak pula sebagai kesalahan yang terus disesali. Ia hanyalah jejak, bekas langkah yang pernah diambil dengan versi diri yang berbeda dari hari ini.
Masa lalu tidak menuntut penebusan. Ia hanya ingin dipahami. Bahwa apa yang pernah terjadi membentuk cara pandang, mengajarkan batas, dan memperkenalkan arti kehilangan tanpa harus memaksa kita tinggal di sana. Tidak ada yang keliru dengan hidup yang sekarang, sebab setiap pilihan yang diambil hari ini lahir dari proses panjang yang pernah dilalui kemarin.
Dunia tidak pernah berhenti mengajar. Ia menjelma dalam pertemuan dan perpisahan, dalam tawa yang singkat dan luka yang lama sembuhnya. Manusia datang sebagai bentuk pelajaran paling nyata, kadang lembut, kadang menyakitkan, namun selalu meninggalkan makna. Dari merekalah kita belajar memahami diri sendiri, mengetahui apa yang layak dipertahankan dan apa yang harus dilepaskan.
Jangan takut melangkah, teman. Tidak ada jalan yang benar-benar sia-sia. Setiap langkah, sekecil apa pun, membawa pelajaran yang diam-diam membentuk kita menjadi lebih utuh. Bahkan kegagalan pun memiliki caranya sendiri untuk mendewasakan, mengajarkan keberanian, dan menumbuhkan keikhlasan.
Apa pun yang terjadi hari ini adalah bagian dari proses belajar. Ia mungkin terasa berat saat dijalani, namun kelak akan menjadi alasan mengapa kita mampu berdiri lebih tegak esok hari. Hidup tidak meminta kesempurnaan, hanya keberanian untuk terus belajar dan menerima bahwa diri kita yang sekarang adalah hasil dari semua pelajaran yang pernah kita jalani.
https://www.wattpad.com/story/406338263?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=kaariinaabluu