The Dangerous Man
Adhimas menggeleng, hampir seperti meratap, namun tangannya tak berhenti. Gerakannya semakin kasar, semakin tak terkendali, "Kamu harusnya mendengar alasanku... hidupku merana sejak saat itu...."
"Aku memberimu cukup waktu sampai surat itu siap...," kata Menanti, suaranya tetap tegar. Menanti menepis sekali, dua kali. Tidak panik, hanya cukup untuk menunjukkan batas yang tidak dihargai. Adhimas menjelajah lekuk-lekuk tubuhnya, menyingkap pakaiannya, mencoba menyentuh di balik busananya. Setiap kali berhasil bergerak, Menanti mencoba meloloskan diri, tapi Adhimas selalu bisa kembali menangkapnya.
Sudah baca chapter pertama Enigma di wattpad Kincirmainan?
https://www.wattpad.com/1623585336?utm_source=ios&utm_medium=link&utm_content=share_reading&wp_page=reading&wp_uname=kincirmainan