naviasyah
Enlace al comentarioCódigo de conductaPortal de Seguridad de Wattpad
"Apa Itu Cinta?"
Apa itu cinta?
Pertanyaan itu pertama kali muncul di kepalaku saat aku melihatnya—entah kenapa, ada sesuatu yang terasa berbeda. Dia tidak melakukan hal istimewa. Hanya tertawa bersama teman-temannya, mengikat tali sepatunya yang lepas, atau menatap kosong ke luar jendela saat pelajaran membosankan berlangsung. Tapi saat melihatnya, dadaku terasa aneh, seperti ada sesuatu yang menggelitik dari dalam.
Saat itu, aku tidak tahu apa nama perasaan ini.
Aku baru mengerti ada yang namanya cemburu ketika melihatnya berbicara lebih lama dengan orang lain. Rasanya seperti ada yang mencubit hati, membuatku ingin mengalihkan pandangan, tapi pada saat yang sama tetap ingin melihat.
Aku baru mengerti ada yang namanya gelisah saat aku mulai menunggu tanpa alasan. Mencari-cari sosoknya di antara kerumunan, berharap dia menyapaku duluan.
Aku baru mengerti ada yang namanya marah saat mendengar orang lain menertawakannya, meski aku sendiri sering meledek tingkahnya.
Dan aku baru mengerti ada yang namanya kehilangan… ketika kami tak lagi berada di tempat yang sama. Ketika pagi-pagi tak lagi diisi dengan suara candaannya, ketika aku berjalan di lorong sekolah tanpa bayangan familiar yang biasanya ada di sana.
Saat itulah aku sadar.
Mungkin, sejak awal, ini memang cinta.
naviasyah
"Apa Itu Cinta?"
Apa itu cinta?
Pertanyaan itu pertama kali muncul di kepalaku saat aku melihatnya—entah kenapa, ada sesuatu yang terasa berbeda. Dia tidak melakukan hal istimewa. Hanya tertawa bersama teman-temannya, mengikat tali sepatunya yang lepas, atau menatap kosong ke luar jendela saat pelajaran membosankan berlangsung. Tapi saat melihatnya, dadaku terasa aneh, seperti ada sesuatu yang menggelitik dari dalam.
Saat itu, aku tidak tahu apa nama perasaan ini.
Aku baru mengerti ada yang namanya cemburu ketika melihatnya berbicara lebih lama dengan orang lain. Rasanya seperti ada yang mencubit hati, membuatku ingin mengalihkan pandangan, tapi pada saat yang sama tetap ingin melihat.
Aku baru mengerti ada yang namanya gelisah saat aku mulai menunggu tanpa alasan. Mencari-cari sosoknya di antara kerumunan, berharap dia menyapaku duluan.
Aku baru mengerti ada yang namanya marah saat mendengar orang lain menertawakannya, meski aku sendiri sering meledek tingkahnya.
Dan aku baru mengerti ada yang namanya kehilangan… ketika kami tak lagi berada di tempat yang sama. Ketika pagi-pagi tak lagi diisi dengan suara candaannya, ketika aku berjalan di lorong sekolah tanpa bayangan familiar yang biasanya ada di sana.
Saat itulah aku sadar.
Mungkin, sejak awal, ini memang cinta.