Hi! Genki? Hope u all well. Damn ganti mac baru sampe lupa dimana simpen draft fanfic yang dulu.. kelupaan gara2 lagi kecantol mairimashita iruma kun yang lagi ada spinoff au mafia nyaa!! Huhu lucu banget anakku jadi glow up. Tapi karena monthly update yaudahlah ngasup sendiri. Give me a feedback lanjut apa nggak buat fic ini. Tentunya bakal R18 ya karena setting di story ku nanti ituma udah 20 yo.
#IrumaxAll #AllIruma #IrumaHarem #mairimashitairumakun #HaremIruma #irumafiaau
Di ujung lorong, Balam sudah meunggu. Pria besar itu mendekat, suaranya rendah.
“Ada satu detail yang belum kuangkat di rapat,” kata Balam.
Opera langsung waspada. “Apa?”
Balam menatap Iruma. “Kiriwo tidak hanya menjembatani perusahaan cangkang. Ia juga menyebarkan rumor.”
Iruma menahan napas. “Rumor?”
Balam membuka tab, menampilkan potongan percakapan dan headline berita.
“Pewaris Babyls bukan darah daging Sullivan.”
“Anak pungut tidak bisa memimpin.”
“Sullivan melemah.”
Iruma menatap tulisan itu lama.
Kalego mendecak pelan. “Klasik.”
Ameri berkata dingin, “Itu provokasi.”
Asmodeus menggeram, suaranya rendah. “Mereka cari alasan untuk menyentuh Iruma-sama.”
Clara menatap Iruma, senyumnya hilang untuk pertama kali malam itu. “Irumacchi… nggak apa-apa?”
Iruma Suzuki.. ah bukan, Iruma Sullivan bukan pewaris karena darah.
Ia pewaris karena satu keputusan kecil di gang sempit, dua puluh tahun lalu.
“Besok akan jadi hari yang menyenangkan.”