Permisi kak,
Sorry ya kak numpang promosi^^
Terimakasih
"Kelainan jantung sejak kecil," ungkap Tari.
Lagi-lagi Tata harus menghentikan langkah kakinya. Kini mereka berdua berada tepat di ruang tamu. Di atas meja sana masih terdapat laptop Tari dalam keadaan menyala.
"Sorry, kalo penyakitku ini ternyata membuat kamu menderita," ucapnya dengan suara serak. Hidungnya pun sudah memerah karena menangis —dalam diam, tadi.
Tata terdiam kaku di tempat. Keping-kepingan puzzle di benaknya mulai menyatu. Saat itu juga dia merasa tertampar oleh kenyataan.
Hatinya langsung diserbu oleh rasa bersalah. "Bagus, Tar. Lo emang pinter mempermainkan keadaan," batinnya berucap.
"Gue lupa kalo lo adalah pemeran utamanya."
~~~~
Tunggu apa lagii???
Cek sekarang!!!!!!
Ku tunggu yaa♀
https://www.wattpad.com/story/259889377
Note
Follow-follow an? DM yess
Feedback?? DM juga yessss