MatchOxO

Halo ka! Punten aku izin promosi cerita pertamaku berjudul "Poisoning Season"✨
          
          Kalo kaka tertarik dengan cerita bernuansa chicken for the soup dan slice of life boleh banget mampir kesana dan jangan lupa tinggalin jejak ya ka (Psstt...kaka juga bisa ngobrol langsung bareng tokohnya). Semoga ceritaku bisa nemenin kaka dikala musim pancaroba, huru-hara AI, dsb hihihi
          
          Dan kalo berkenan, boleh saling follow maupun vote dicerita masing-masing, berkabar aja ya ka✨ Thankyou kaa
          
          https://www.wattpad.com/story/403415562?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_writing&wp_page=create&wp_uname=MatchOxO

Lu_readmind

Permisi mau Promosi, boleh ya… 	
          ----	
          Kami terbangun karena suara alarm yang terus menerus.
          Aku diam sejenak memperhatikan Davi yang terburu-buru. Aku menyelimuti tubuhku sambil bersandar di kasur. Aku menunggunya mengatakan sesuatu tapi dia seperti tidak mempedulikan keberadaanku "Davi," panggilku akhirnya.  
          Dia menoleh lalu berjalan ke sebelahku untuk mengambil jam tangan dan handphone di nakas. Dia menarik nafas berat ketika mata kami bertemu pandang, caranya melihatku seperti orang putus asa. Aku masih menunggu reaksinya. "Jullie kita nggak pakai pengaman." 
          "Iya.." 
          Dia menelan ludah, menunduk sejenak, matanya memperlihatkan kegelisahan. "Jull. Maafin aku..." 
          Tiba-tiba aku bisa membaca kemana arah pembicaraan kami. Semua yang dimulai dari maaf berakhir mengecewakan!
          "Ini salah banget! Aku harap kamu bisa ngelupain malam ini." Dia menatapku sungguh-sungguh.
          Aku tidak bereaksi.
          "Aku ingin kita sepakat bahwa tidak terjadi apapun di antara kita. Kita cuma menghabiskan malam bersama. Tidak ada rasa di antara kita, benar?" 
          Aku menggigit bibir bawahku, menahan amarah dan air mata yang ingin kutumpahkan detik itu juga. Rasanya ingin berteriak untuk menjawab pertanyaannya tapi dia tidak butuh responku, dia menganggukan kepala singkat lalu berpamitan pergi.  
          Tidak ada rasa diantara kita? Tidak ada? 
          Aku tertawa dingin, tawa itu diiringi oleh air mataku. Bisa-bisanya dia memutuskan sendiri bahwa aku tidak memiliki perasaan apa-apa padanya tanpa bertanya dulu. 
          Lalu bagaimana dengan aku, bagaimana dengan tubuh telanjangku yang ditinggalkan tanpa penghargaan, tanpa maaf, tanpa perbincangan? Aku tidak ada bedanya dengan kondom di tong sampah, habis dipakai dibuang. 
          ————————
          MAAF YA KALO PROMOSINYA KEPANJANGAN PIS ✌️
          https://www.wattpad.com/story/311846801-single-father-number-225

rasiyaa_

@theoteorikata halo juga, Kak. Terima kasih atas penawarannya. 
            
            Sebelum itu, aku mau tanya dulu, Kak. Untuk yang terbit gratis, selain royalty, fasilitas apa saja yang akan didapat? Dan apakah ada minimal penjualan untuk bukunya?
Rispondi

Naulha

Dear, penulis
          
          Perkenalkan kami dari Chars Publisher, saya sendiri Mariana Tim Hunter Naskah Chars Publisher. Kami adalah penerbitan semi mayor yang berdiri secara mandiri. Chars Publisher menerbitkan buku dari cerita-cerita populer dari berbagai platform membaca online lainnya. Dan kami menghubungi kakak kali ini, karena kami tertarik dengan cerita kakak yang berjudul (Dear, Mr. A) untuk diterbitkan di penerbitan kami. Apakah cerita/naskah tersebut sudah terikat kontrak? 
          
          Jika kakak menerima pinangan ini, kami akan memberikan beberapa fasilitas yaitu editing, layouter, cover, promosi ke semua akun medsos CP, QRCBN, penjualan di shopee dan Tokopedia, serta royalti 10%
          
          Instagram: @chars.publisher
          Hubungi CP untuk info lebih lanjutnya: 085784462806 (Chars'official)