EncyclopediaCelia912
Link to CommentCode of ConductWattpad Safety Portal
Halo, Kak. Kenalin, aku Celia.
Aku cukup terkesan dengan tulisan Kakak. Dua karya Kakak, “Hal-Hal yang Tidak Kita Katakan” dan “Jalan yang Membawa Kita Pulang”, sama-sama meninggalkan kesan yang mendalam buatku.
Aku suka bagaimana Kakak membawa persoalan rumah tangga yang berat, termasuk pergulatan mental yang mungkin dialami banyak perempuan dalam pernikahan, dengan begitu kompleks dan manusiawi. Setiap tokohnya memiliki luka, kekurangan, dan caranya sendiri dalam menghadapi masalah, sehingga rasanya tidak mudah untuk sekadar menentukan siapa yang sepenuhnya benar atau salah.
Namun, hal yang paling berkesan buatku adalah bagaimana Kakak menekankan bahwa seberat apa pun kehidupan dan luka yang sedang dihadapi, seorang perempuan tidak boleh sampai kehilangan dirinya sendiri. Sebesar apa pun orang lain berusaha menjaga atau menyelamatkannya, pada akhirnya ia tetap memiliki kuasa untuk menyelamatkan dan memilih hidupnya sendiri.
Terima kasih sudah menuliskan kisah-kisah yang begitu hangat, rumit, dan manusiawi, Kak. Keduanya tidak hanya menyentuh, tetapi juga membuatku banyak berpikir bahkan setelah selesai membaca.
restubumi
@ EncyclopediaCelia912 Halo, Celia. Salam kenal.
Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu menulis pesan sepanjang dan setulus ini. Jujur, aku sangat terharu membacanya. Sebagai penulis, rasanya sulit diungkapkan ketika ada pembaca yang bukan hanya mengikuti jalan ceritanya, tetapi juga menangkap pesan yang ingin kusampaikan.
Apa yang kamu tuliskan tentang seorang perempuan yang tidak boleh kehilangan dirinya sendiri memang menjadi salah satu benang merah yang ingin kubawa dalam dua novel itu. Aku percaya bahwa dalam kehidupan, kita bisa mencintai seseorang dengan sangat dalam, tetapi kita juga tidak boleh kehilangan harga diri, harapan, dan jati diri kita sendiri.
Aku juga senang karena kamu melihat setiap tokohnya sebagai manusia yang sama-sama memiliki luka. Sejak awal, aku memang tidak ingin membuat tokoh yang sepenuhnya benar atau sepenuhnya salah. Aku ingin mereka terasa nyata, karena dalam kehidupan pun sering kali kita hanya sedang melihat orang-orang yang sama-sama terluka dengan cara yang berbeda.
Ada satu hal yang mungkin belum banyak diketahui pembaca. Dunia seni tradisi yang hadir dalam kedua novel itu juga lahir dari kehidupan nyata di sekitarku. Suamiku adalah seorang seniman dalang wayang kulit, sehingga aku cukup dekat dengan kehidupan para seniman. Karena itu, aku ingin menceritakan sisi mereka yang mungkin jarang terlihat orang. Di saat yang sama, aku juga ingin memperkenalkan sedikit tentang dunia birokrasi kebudayaan di Indonesia, bagaimana upaya pelestarian budaya dilakukan, serta orang-orang yang bekerja di baliknya. Semoga melalui cerita fiksi, pembaca bisa ikut mengenal dan mencintai budaya kita.
Terima kasih karena sudah menemani perjalanan Dana dan Kirana sampai selesai, bahkan masih menyimpan mereka dalam ingatanmu. Pesanmu benar-benar menjadi penyemangat bagiku untuk terus menulis cerita-cerita berikutnya.
Semoga suatu hari nanti karya-karyaku yang lain juga bisa menemanimu dengan hangat.
Salam hangat, Restu Bumi
•
Reply