sastraepoeja

Mohon maaf ada sedikit revisi di bab 14. Dayeuh Kawali, ya. Untuk tata letak pemukiman warga ganti sejajar, memanjang dan saling berhadapan (sesuai contoh gambaran yang baru aja aku kasih di catatan penulis). Untuk pemukiman waisya, sebaliknya, ya. Karena (pikirku) biasanya kasta waisya diisi oleh saudagar/peternak, jadi aku buat tata letak pemukimannya saling berjauhan (bukan lagi berhadapan) karena biasanya mereka punya halaman belakang buat kandang ternak, salah satunya nyimpan kuda atau sumur. Maafin aku ya yang banyak revisi, karena menulis Lokakala, aku juga sembari belajar 

sastraepoeja

Mohon maaf ada sedikit revisi di bab 14. Dayeuh Kawali, ya. Untuk tata letak pemukiman warga ganti sejajar, memanjang dan saling berhadapan (sesuai contoh gambaran yang baru aja aku kasih di catatan penulis). Untuk pemukiman waisya, sebaliknya, ya. Karena (pikirku) biasanya kasta waisya diisi oleh saudagar/peternak, jadi aku buat tata letak pemukimannya saling berjauhan (bukan lagi berhadapan) karena biasanya mereka punya halaman belakang buat kandang ternak, salah satunya nyimpan kuda atau sumur. Maafin aku ya yang banyak revisi, karena menulis Lokakala, aku juga sembari belajar 

sastraepoeja

Hallo para pembacakuu <3 Ini aku, Neng penulis dari Lokakaka. Bagaimana kabar kalian hari ini? Aku harap kabar kalian selalu baik dan selalu dilimpahkan kesehatan dan keselamatan oleh Tuhan :* 
          
          Pertama-tama, aku ingin meminta maaf sebesar-besarnya huhuhuhu. Maaf banget, untuk bab selanjutnya belum aku buat. Aku memutuskan hiatus sampai batas waktu yang tak bisa ditentukan. Beberapa minggu kemarin, aku disibukkan dengan pekerjaan. Lokakala selalu aku tulis di sela-sela waktu bekerja. Karena kesibukan itu, aku belum bisa fokus kembali ke Lokakala. 
          
          Selain disibukkan bekerja, sudah seminggu ini tubuhku memberikan warning. Rasa sakit yang sering timbul, membuat aku merasa terdistract setiap menulis Lokakala. Setelah aku memutuskan ke dokter, ternyata aku mendapat dugaan sementara diagnosa yang membuatku harus mendapatkan rujukan untuk dicheck-up di rumah sakit (jika sakitnya tak mereda setelah diberikan obat). Saat ini, obatnya telah habis dan aku masih menahan rasa sakit disetiap aktivitasku sembari berharap bahwa dugaan sementara diagnosa itu tidak benar (Aamiin yaAllah). 
          
          Sekali lagi aku mohon maaf kepada kalian karena sudah menunggu Lokakala update bulan ini tanpa kejelasan dariku :( maaf kalau aku tidak bisa menjaga kesehatanku sendiri demi Lokakala :( Terimakasih banyak untuk kalian yang selalu memberikan cinta kalian untuk karya ini, maaf sekali masih banyak kekuranganku yang belum profesional untuk menulis Lokakala huhuhuhuhu. Sampai jumpa dimasa yang akan datang, ya! 
          
          Salam hangat dariku, 
          Neng Yung.