tarabiru

          	"Ayo bersulang!" seru Coach sambil mengangkat gelasnya tinggi-tinggi.
          	
          	Doran dan Wine ikut mengangkat gelas mereka sambil tertawa. "Semangat Coach emang gaada obatnya," goda Doran. "Ingat umur, ya"
          	
          	"Hahaha!" Coach tertawa lepas. Ia meraih sepotong pizza sebelum kembali menatap mereka. "Untuk malam ini jangan panggil aku Coach."
          	
          	Wine mengangkat sebelah alisnya.
          	"Terus panggil apa?"
          	
          	Coach menyeringai. "Panggil aku Shoro."
          	
          	"Baiklah, Shoro! Buat sang Ice Prince kita, cheers!" Doran mengangkat gelasnya tinggi dengan sedikit menggoyangkan pinggul.
          	
          	__________
          	Hay aku apdet lagi, bab 2 sudah tersedia! Jangan lupa baca keseruan mereka ya!! 
          	
          	https://www.wattpad.com/story/413705622

tarabiru

          "Ayo bersulang!" seru Coach sambil mengangkat gelasnya tinggi-tinggi.
          
          Doran dan Wine ikut mengangkat gelas mereka sambil tertawa. "Semangat Coach emang gaada obatnya," goda Doran. "Ingat umur, ya"
          
          "Hahaha!" Coach tertawa lepas. Ia meraih sepotong pizza sebelum kembali menatap mereka. "Untuk malam ini jangan panggil aku Coach."
          
          Wine mengangkat sebelah alisnya.
          "Terus panggil apa?"
          
          Coach menyeringai. "Panggil aku Shoro."
          
          "Baiklah, Shoro! Buat sang Ice Prince kita, cheers!" Doran mengangkat gelasnya tinggi dengan sedikit menggoyangkan pinggul.
          
          __________
          Hay aku apdet lagi, bab 2 sudah tersedia! Jangan lupa baca keseruan mereka ya!! 
          
          https://www.wattpad.com/story/413705622

tarabiru

"Mau Papa apain? jangan bawa bawa Cea." Samudra mengepalkan tangannya kuat.
          
          "Loh kok kamu marah?" Adrian tersenyum tipis "Cea apanya kamu hm?" Senyum tipis kini menjadi senyum miring yang licik.
          
          Cea tetap mengarahkan kamera ponselnya. Semakin lama ia mendengar percakapan itu, semakin ia tidak mengerti apa yang sedang terjadi.
          
          _____
          Hoik aku apdet lagi niehh, kira kira apa yang selanjutnya bakal terjadi? kenapa Cea merekam ? yok jawab pertanyaannya lewat bab ini!
           https://www.wattpad.com/story/411564335?utm_source=android&utm_medium=whatsapp&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=tarabiru

tarabiru

Woihhh akhirnyaa aku apdett。◕‿◕。
          
          °•★•°
          
          "Damian, sini maju. Kenalan langsung sama Zea."
          
          "Baik." Damian melangkah maju ke hadapan Rury.
          
          Salah satu tangannya memegang sebelah dada. Dengan menunduk hormat, "perkenalkan nama saya Damian. Damian Hoorns." 
          
          Tiba-tiba dia berlutut. Rury reflek memegang pundak Damian agar berdiri lagi. 
          
          "Saya bersumpah akan menjagamu dan memastikan Anda tidak kesepian." 
          
          Jelas Rury terkejut. 'Inimah bukan Damian, tapi DAMN.'
          
          ___________
          
          Bab terbaru Alterius Fabula sudah ada!
          https://www.wattpad.com/story/412462961?utm_source=android&utm_medium=whatsapp&utm_content=share_writing&wp_page=create&wp_uname=tarabiru
          

tarabiru

uyyy, ak cambekkk. 
          
          °•★•°
          
          Saat membereskan bukunya, Cea melihat Samudra tidak bergerak dari tempat duduknya. Dia masih stay duduk dengan tegap disana.
          
          "Ee, Sam? gak pulang?" Tanya Cea.
          
          Samudra menoleh sejenak. "Nanti."
          
          Cea pun hanya merespon dengan kata, "O."
          
          Baru mau melangkah kaki keluar kelas, Samudra memanggil Cea dengan nada Rendah. "Cealen."
          
          Cea menghentikan langkahnya.
          Entah kenapa, nada suara Samudra barusan membuat bulu kudunya sedikit berdiri.
          
          "Apa yang Lo ambil dari laci gue?" Tanya samudra to the point.
          
          Cea terdiam, 'mampus ketahuan'
          
          ——————
          
          Bab baru berjudul "Semua harus dipaksa! (2)" Sudah ada!! yok dibaca!
          https://www.wattpad.com/story/411564335?

tarabiru

Hayy hayy, i'm coming.
          
          ------------
          
          "Lo siswa BSA yang kemarin nabrak ruko bukan?"
          
          Rury melihat tampang lelaki itu, 'menggunakan seragam BSA juga, brarti satu universe nih' Batin Rury.
          
          "Hehe, iya." Sebenarnya Rury malu untuk mengakuinya, tapi ya sudahlah. "Btw, emang kenapa?" Lelaki dihadapannya ini tak kunjung membalas, juga tak kunjung menyingkir.
          
          "Ekhem, eh ya gapapa sih basa-basi aja gitu." Lelaki itu terlihat kikuk dengan ucapannya sendiri. "Lo gak ngenalin gue?" Ucapnya tiba-tiba.
          
          Rury terheran. 'Ini siswa BSA apa orgil anjir' Dan Rury memilih menggelengkan kepalanya.
          
          "Really?" ucap lelaki itu lagi.
          
          Rury mengamati lelaki didepannya ini sedikit lebih lama. Dan akhirnya. "Omaigatt, kak Yudha!?" Rury heboh sendiri setelah tau siapa lelaki didepannya ini.
          
          °•★•°
          
          Bab terbaru berjudul "people come and go" sudah tersedia di cerita Alterius Fabula.
           https://www.wattpad.com/story/412462961?utm_source=android&utm_medium=whatsapp&utm_content=share_writing&wp_page=create&wp_uname=tarabiru
          
          

tarabiru

hay hayyy kembali lagi ak setelah berenang mengitari Samudera.
          
          °•★•°
          
          
          "Oh itu, dikelas gue udah dikoreksi sih. Cuman nih lihat aja sendiri." Isa menyodorkan buku yang ia gunakan untuk menjawab soal di halaman 31.
          
          "Anjir Lo tololnya nolol banget yah." Cea bisa lihat, nilai yang tertera adalah "40" Benar-benar tidak cocok buat bahan contekan!
          
          "Yaudahlah gue kerjain sendiri aja." Ucap Cea akhirnya.
          
          Secara tak sengaja, pulpen yang Cea gunakan untuk menulis, jatuh sampai bawah meja.
          
          Saat ingin mengambilnya, Cea melihat. Di laci meja sebelahnya, alias tempat duduknya Samudra. Terdapat banyak sekali gulungan-gulungan kertas.
          
          °•★•°
          
          Bab "Semua harus dipaksakan!" Sudah tersedia! Ayo dibaca!
          
           " An Ominous Sign  " oleh tarabiru di Wattpad https://www.wattpad.com/story/411564335?utm_source=android&utm_medium=whatsapp&utm_content=story_info&wp_page=story_details_button&wp_uname=tarabiru
          
          

tarabiru

woyy woyyy ak apdett bab baru!!
          
          °•★•°
          
          Joe, salah satu pelaku hanya nyengir seolah tak bersalah. 
          'Lucu? kaya gitu tuh lucu?' 
          
          "Sudah ini baksonya." Nueve datang dengan membawa nampan berisi tiga mangkuk bakso.
          
          "Wah akhirnya datang, makasih ya Nu. Yuyur gak espek seorang nona nyu-fei mau disuruh beli bakso." Ujar Joe. Rury yang mendengar itu ketawa tipis.
          
          Nueve pun ikut tertawa. "Gue juga baru pertama kali nih disuruh-suruh beli bakso.
          
          Mereka kompak tertawa bersama.
          Pertemanan yang menyenangkan bukan?
          
          °•★•°
          
          Bab baru berjudul "Live in calm°" sudah ada!
          Alterius Fabula (On going) " oleh tarabiru di Wattpad https://www.wattpad.com/story/412462961?utm_source=android&utm_medium=whatsapp&utm_content=share_writing&wp_page=create&wp_uname=tarabiru