tarabiru

Sesampainya di depan ruang BK. Cea, Samudra dan Aksa terdiam. Bimbang antara mau ngetuk pintu atau nunggu Isa keluar.
          	
          	Cea memilih mengetok pintunya, 
          	
          	"Permisi, Isa.. main yuk" Bahu Cea tiba-tiba di senggol oleh Aksa.
          	
          	"Kak Cea bejir, malah pakek nada" Terlihat, Aksa sendiri menahan ketawa.
          	
          	Tak lama pintunya dibuka. 
          	
          	Cea tambah shock ternyata di dalam, ada banyak sekali manusia. "Maaf buk, sedang rapat ya? banyak banget yang dihukum" 
          	
          	Bu Irine mengabaikan Cea, ia malah menatap Samudra dengan menyunggingkan senyum manis.
          	
          	_____________________
          	Cea kacang Cea kacang🥜 Bab 'wish we luck' published!! coba dicek 
          	
          	https://www.wattpad.com/story/411564335

tarabiru

Sesampainya di depan ruang BK. Cea, Samudra dan Aksa terdiam. Bimbang antara mau ngetuk pintu atau nunggu Isa keluar.
          
          Cea memilih mengetok pintunya, 
          
          "Permisi, Isa.. main yuk" Bahu Cea tiba-tiba di senggol oleh Aksa.
          
          "Kak Cea bejir, malah pakek nada" Terlihat, Aksa sendiri menahan ketawa.
          
          Tak lama pintunya dibuka. 
          
          Cea tambah shock ternyata di dalam, ada banyak sekali manusia. "Maaf buk, sedang rapat ya? banyak banget yang dihukum" 
          
          Bu Irine mengabaikan Cea, ia malah menatap Samudra dengan menyunggingkan senyum manis.
          
          _____________________
          Cea kacang Cea kacang🥜 Bab 'wish we luck' published!! coba dicek 
          
          https://www.wattpad.com/story/411564335

tarabiru

Samudra yang berada di sebelahnya menunjuk jawaban di bukunya, dengan wajah yang seolah berkata, Ini, jawabannya.
          
          Cea langsung menyalin jawabannya lewat tatapan.
          
          "Prinsip Le Chatelier itu kalau tekanan dinaikkan, kesetimbangan bergeser ke jumlah mol gas lebih kecil. Kalau suhu dinaikkan, geser ke reaksi endoterm."
          
          Matanya masih terpaku pada buku Samudra. Ia kemudian melanjutkan membaca tulisan yang ada di sana.
          
          "Contohnya kehidupan, kalau aku diberi tekanan, aku akan menjadi berbahaya. Kalau aku diberi panas, aku akan membakar semua yang menghalangi."
          
          Guru menyimak jawaban Cea. "Contoh yang bagus, Cea. Gampang dipahami."
          
          Cea tidak memperhatikan pujian guru itu, ia malah menoleh ke arah Samudra. Contoh yang dia buat, memiliki makna lain untuk dirinya sendiri.
          
          Cea menatap Samudra lama. Berpikir, Samudra pasti dalam tahap bergeser ke jumlah mol gas lebih kecil, untuk melawan semua tekanan yang diterimanya.
          
          _________________
          An Ominous Sign chapter 'Diam-diam maju' Published!
          
          https://www.wattpad.com/story/411564335
          
          

tarabiru

Di sana terpampang foto Samudra ketika masih kecil.
          
          Adrian tersenyum tipis.
          
          "Hahaha, Sam..." Ujung jarinya mengusap layar laptop itu perlahan.
          
          "Kamu itu gak boleh berteman."
          Senyumnya semakin lebar.
          
          "Kecuali untuk mengendalikan mereka." Adrian membenarkan posisi duduknya.
          
          "Lihat? Kamu sudah mulai bisa melakukannya." Tatapannya jatuh pada foto itu.
          
          "Kamu harus banyak belajar dari Papa, Nak."
          
          "Karena sebentar lagi..."
          Senyum Adrian perlahan menghilang.
          "...kamu yang akan menggantikan Papa."
          
          BUGH!
          
          Tangannya menghantam meja. 
          
          "Sial!" Napasnya memburu.
          
          ____________
          Adrian menggila, tau gak!? Yok ditunggu eps Adrian melarat
          
          https://www.wattpad.com/story/411564335
          
          

tarabiru

Perlahan, Cea membuka matanya. Ia masih diposisi yang sama, dengan tubuh yang condong ke depan dan satu tangannya menggantung di udara. 
          
          Ia merasa ada yang menahannya dari belakang. Saat menoleh, tas ransel yang ia pakai ditahan oleh tangan seseorang.
          
          Samudra.
          
          “Eh?” Cea buru-buru membenarkan posisinya, agar Samudra tak lagi menahan tubuhnya.
          
          “Makasih, Sam.” Cea sedikit kikuk, malu juga sebenarnya.
          
          “Lain kali hati-hati Ce,” suara Samudra terdengar tenang. “Lo bisa mati kalau beneran jatuh.”
          
          “Haha, iya. Sekali lagi thanks ya Sam.” Rasanya baru kali ini Cea tertawa hambar. Setelahnya, tanpa sadar mereka menuruni tangga bersama.
          
          __________
          Bab ke-21 udh ada emnihh...
          
          https://www.wattpad.com/story/411564335

tarabiru

          "Jangan-jangan mereka ada hubungan," ucap Aksa.
          
          "Anjir, Samudra doyan tante-tante ternyata."
          
          Cea langsung menampar pipi Isa pelan. Mulutnya itu terlalu brutal.
          Apalagi di sini masih ada Rosa.
          
          "Aww," ringis Isa.
          
          "Pelan aja, ege."
          
          Aksa menahan tawa mendengar keasbunan Isa.
          
          Cea kembali melihat ke arah Samudra yang sudah semakin jauh.
          
          "Kita ikutin aja. Gas gak nih?"
          
          Isa dan Aksa saling pandang.
          
          Kemudian mengangguk.
          
          "Gas."
          
          _______________
          saatnya Trio GG tampil  
          
          
          Bab 'Who She's' Udh ada nichhh...... 
          
          https://www.wattpad.com/story/411564335
          

tarabiru

Samudra memperhatikan wajah wanita itu lebih lama. Awalnya ia hanya merasa familiar.
          
          Sangat familiar.
          
          Namun semakin lama ia memperhatikannya, semakin sulit untuk mengabaikan kenyataan itu.
          
          Tatapan mata tersebut.
          
          Senyum tipisnya.
          
          Bahkan cara wanita itu memiringkan kepala ketika memperhatikannya.
          
          Samudra terdiam.
          
          Mama?
          
          Dadanya terasa sesak oleh sesuatu yang bahkan tidak bisa ia jelaskan.
          
          Tidak mungkin.
          
          Tapi...
          
          Wanita itu...
          
          Samudra kembali memperhatikannya.
          
          Dan akhirnya, satu nama muncul begitu saja di kepalanya.
          
          Evangeline.
          ____________________
          Samudra udh ketemu rumah lamanya... masa kamu belum baca? 
          
          Bab 'What CASIS?' sudah tersedia!
          
          https://www.wattpad.com/story/411564335

tarabiru

Putrinya sibuk loncat-loncat ketakutan.
          
          Sementara istrinya justru jongkok sambil mengamati seekor katak besar di bawah meja dengan mata berbinar penuh penasaran.
          
          "Bun..." Morgan langsung menahan pergelangan tangan Vaine yang sudah siap menangkap katak itu dengan tangan kosong.
          
          "Jangan pakai tangan."
          
          Lalu ia menoleh ke Cea yang masih bersembunyi di belakangnya.
          
          "Terus kamu juga. Katak doang hebohnya kayak lihat dinosaurus."
          
          ___________
          Yokk liatt keseruann keluarga inii!!
          
          Bab terbaru"Blooming flower" Udah ada!!
          
          https://www.wattpad.com/story/411564335

tarabiru

"Eh iya, tadi Lo dianter mas-mas berjas gitu keren banget, siapa ry?" Ucap Joe untuk mengalihkan topik.
          
          "Oh itu pekerja baru dirumah. Ganteng kan?" Rury menarik turunkan alisnya.
          
          "Iya jir, auranya tuh kayak 'ayo dek ke KUA' gitu loh" Joe semakin stres dengan pikirannya yang entah kemana itu.
          
          "Gila Lo." Sahut Nueve yang tiba-tiba sudah ada di belakangnya. 
          
          "Mana ada gila, Lo kalau udah liat juga pasti klepek-klepek nu." Joe tidak terima di sebut gila.
          
          "Udah liat, kemarin." 
          
          Rury menghentikan ucapan Eva yang hendak kelua. "Udah, pokoknya diantara kalian yang menang tetep gue." 
          
          ________
          Hayyii ak apdet lagii, yuk lihat perbestian mereka yang rebutin cogan, wkwk.
          
          Bab 5 sudah ada lochh
           https://www.wattpad.com/story/412462961
          

tarabiru

"Oh, iya." Cea melepas seatbelt nya hendak turun. "Eh bentar," Cea menghentikan pergerakan nya sebentar. "Lo kok tau rumah gue jir?"
          
          Samudra menoleh ke arah Cea. "Aneh?"
          
          Cea hampir mendelik, "ya aneh lah anjir, gue gak pernah ngasih alamat gue ke Lo."
          
          Samudra tak menghiraukan itu, ia malah turun dari mobil. Berjalan mendekati pintu samping, lalu membukakan pintu untuk Cea.
          
          "Turun." Ucap Samudra ketus.
          
          Cea berdecak kesal. 'Apasih anjir,'
          
          Begitu Cea menginjak trotoar, Samudra langsung menutup pintu dan kembali ke balik kemudi
          
          "Makas—" Ucapan Cea terhenti saat mobil Samudra sudah melaju.
          
          "MAKASIH!" Teriak Cea karena kesal.
          
          _____________
          Hahaha, Cea udh keburu kesel tuh sama sikap samudra. Ayo lihat betapa serunya hubungan mereka mff bru apdet✌️
          
          Bab 'Trio GG+One' udah tersedia!
          
          https://www.wattpad.com/story/411564335

tarabiru

          "Ayo bersulang!" seru Coach sambil mengangkat gelasnya tinggi-tinggi.
          
          Doran dan Wine ikut mengangkat gelas mereka sambil tertawa. "Semangat Coach emang gaada obatnya," goda Doran. "Ingat umur, ya"
          
          "Hahaha!" Coach tertawa lepas. Ia meraih sepotong pizza sebelum kembali menatap mereka. "Untuk malam ini jangan panggil aku Coach."
          
          Wine mengangkat sebelah alisnya.
          "Terus panggil apa?"
          
          Coach menyeringai. "Panggil aku Shoro."
          
          "Baiklah, Shoro! Buat sang Ice Prince kita, cheers!" Doran mengangkat gelasnya tinggi dengan sedikit menggoyangkan pinggul.
          
          __________
          Hay aku apdet lagi, bab 2 sudah tersedia! Jangan lupa baca keseruan mereka ya!! 
          
          https://www.wattpad.com/story/413705622