Hai ka cerita aku sang penerus aku pindahin ke Novelme, tolong dukung aku terus dengan subscribe dan review cerita aku sang penerus karya minipau ya :)
Makasih.
Cuplikan cerita:
“Kamu apakan lagi istrimu itu Gus?” tanya Aksara yang sejak beberapa tahun lalu resmi menjadi kepala keluarga setelah kematian romonya.
“Mas Gus memarahi saya romo, tolong”
“Tidak, tidak seperti itu romo. Gus hanya mencoba menasehati.”
“Menasehati apa?”
“Menantu romo ini sangat sulit di atur, dia itu sedang hamil tua. Seharusnya banyak istirahat, bukannya malah ingin ikut si mbok mencari rujak buah di pasar.” Aksara menggelengkan kepala melihat putra bungsunya menggerutu. Aksara berusaha memaklumi ke posesifan putranya, mengingat putranya itu harus menunggu waktu lama hingga akhirnya istrinya di nyatakan mengandung.
“Kamu sebaiknya manut kata suami mu loh Ning, dia pasti cuma khawatir. Biar si mbok yang cari rujak buahnya.” Rinjani ikut bersuara
“Baik biyung.”
Aksara pikir perkara hari itu telah selesai, nyatanya selepas makan malam kediamannya kembali di dera huru hara. Istri putra bungsunya yang sedang berada di dapur tiba-tiba menjerit, Aksara dan seluruh penghuni rumah bergegas berlari untuk melihat apa yang membuat menantunya itu tiba-tiba histeris. Wajah aksara memucat begitu sampai di dapur, perut bundar menantunya lenyap, darah merembes mengalir di sela-sela kaki menantunya yang terduduk mengangkang dan lebih parahnya lagi si jabang bayi yang belum seharusnya terlahir sudah tergelak di ubin dapur yang dingin, tubuh bayi malang itu tanpa kulit dan bermandikan darah. Rinjani bahkan sudah tidak sadarkan diri melihat keadaan cucu dan menantunya sementara putranya menatap nanar pada si bayi juga istrinya yang perlahan mulai kehilangan kesadaran.