"Mas Teguh yang memulai duluan Romo. Dia membohongiku. Dia menyembunyikan perasaannya pada Bintari, padahal dia tahu aku—"
"Cukup, Kamal!" potong Surya dengan nada bicara yang datar namun mutlak, membuat kalimat Kamal terputus di udara.
"Aku tidak membesarkan putra-putra Ndalem Sakti untuk menjadi pengecut yang mengemis cinta dan saling merusak ikatan darah."