yowaimi

Chapter 50-51 Mon Obsession dah up yah (⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤(⁠ ⁠◜⁠‿⁠◝⁠ ⁠)⁠♡
          	
          	
          	Doux  mengangkat alis.
          	
          	“Berhati-hatilah, Dominique.”
          	
          	
          	Namun pria itu sudah berbalik.
          	
          	Melangkah menuju pintu.
          	
          	“Aku tidak akan pernah ceroboh.”
          	
          	Tangannya menyentuh gagang pintu.
          	
          	Berhenti sejenak.
          	
          	
          	Tanpa menoleh ia berkata pelan,
          	
          	“Jika kau berada di posisiku,” kata Dominique pelan, “apa yang akan kau lakukan?”
          	
          	
          	Doux tersenyum tipis yang tidak sampai ke matanya.
          	
          	“Aku?” 
          	
          	
          	Ia menyesap minumannya, lalu berkata dengan santai, “Aku akan memastikan bahwa sebelum perang dimulai … pemimpinnya sudah tidak ada.”
          	
          	
          	Dominique mengangguk singkat tidak menjawab. Namun sorot matanya sudah cukup. Lalu Ia melangkah pergi tanpa menoleh lagi, meninggalkan hiruk-pikuk klub di belakangnya.
          	
          	
          	Dan saat itu ia sudah memikirkan bahwa Rencana awalnya mungkin akan berubah.
          	
          	Kareena kali ini Ia tidak hanya akan mengambil Elise kembali.
          	
          	Tapi Ia juga akan menyingkirkan Nacht de Valombre.
          	
          	
          	Apa pun caranya.
          	
          	Karena kali ini Ini bukan lagi soal perasaan. Tapi juga soal kekuasaan dan perang yang kemungkinan akan terjadi di dunia bawah Prancis.
          	
          	

yowaimi

Chapter 50-51 Mon Obsession dah up yah (⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤(⁠ ⁠◜⁠‿⁠◝⁠ ⁠)⁠♡
          
          
          Doux  mengangkat alis.
          
          “Berhati-hatilah, Dominique.”
          
          
          Namun pria itu sudah berbalik.
          
          Melangkah menuju pintu.
          
          “Aku tidak akan pernah ceroboh.”
          
          Tangannya menyentuh gagang pintu.
          
          Berhenti sejenak.
          
          
          Tanpa menoleh ia berkata pelan,
          
          “Jika kau berada di posisiku,” kata Dominique pelan, “apa yang akan kau lakukan?”
          
          
          Doux tersenyum tipis yang tidak sampai ke matanya.
          
          “Aku?” 
          
          
          Ia menyesap minumannya, lalu berkata dengan santai, “Aku akan memastikan bahwa sebelum perang dimulai … pemimpinnya sudah tidak ada.”
          
          
          Dominique mengangguk singkat tidak menjawab. Namun sorot matanya sudah cukup. Lalu Ia melangkah pergi tanpa menoleh lagi, meninggalkan hiruk-pikuk klub di belakangnya.
          
          
          Dan saat itu ia sudah memikirkan bahwa Rencana awalnya mungkin akan berubah.
          
          Kareena kali ini Ia tidak hanya akan mengambil Elise kembali.
          
          Tapi Ia juga akan menyingkirkan Nacht de Valombre.
          
          
          Apa pun caranya.
          
          Karena kali ini Ini bukan lagi soal perasaan. Tapi juga soal kekuasaan dan perang yang kemungkinan akan terjadi di dunia bawah Prancis.
          
          

yowaimi

Chapter 49up yah ... Mafia's Obsession udah ganti judul menjadi "Mon Obsession" ..(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)(⁠•⁠ө⁠•⁠)⁠♡
          
          
          Tatapan Nacht perlahan bergeser.
          Menuju Mark. Dan Tatapan itu berubah. dingin. Lebih tajam. Seolah mengenali. “Lalu pria ini,” ucap Nacht, menunjuk samar ke arah Mark dengan dagunya. “Apa perannya dalam cerita kecilmu itu?”
          
          Mark baru saja ingin membuka mulut Namun seperti sebelumnya, suara Evelyn lebih cepat. “Dia kekasihku.”
          
          Seketika Hening.
          
          
          Lalu … Mark tersedak.
          
          Batuknya pecah begitu saja, kasar, tak tertahan. Ia buru-buru menoleh, menahan diri agar tidak terlihat terlalu panik.
          
          Evelyn terlihat menahan tawanya. Dengan santai ia menuangkan air dari teko porselen ke dalam gelas, lalu menyodorkannya pada Mark. “Hati-hati, sayang,” ucapnya dengan manis. “Kau memang selalu begitu kalau gugup.”
          
          Mark menerima gelas itu.
          Tangannya dingin. Dan Di balik kacamata hitamnya, tatapannya menusuk ke arah Evelyn.
          
          “Jika ini bukan misi, aku sudah meninggalkanmu di luar gerbang tadi.” batin Mark.
          
          Nacht memperhatikan semuanya.
          Detail kecil. Reaksi spontan. Ketidaksinkronan. Dan Ia bukan pria bodoh. “Benarkah?” tanyanya pelan.
          Sekarang langsung pada Mark.
          Tidak ada lagi perantara.
          
          Mark menegakkan punggungnya sedikit. Ia tidak bisa mundur sekarang.
          “Ya,” jawabnya singkat, suaranya datar. “Kami akan kembali ke kediamannya setelah ini, dan untuk mengatakan bahwa aku tak berniat untuk membawa Evelyn kabur.” Nada bicaranya terdengar stabil.
          
          Nacht tersenyum tipis.
          Senyum yang tidak mencapai mata. “begitu, yah.” Ia lalu bangkit perlahan dari duduknya. Langkahnya mendekat.
          Satu langkah.
          Dua langkah.
          Sampai ia berdiri tepat di depan mereka cukup dekat.
          
          https://www.wattpad.com/story/389620427?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_reading&wp_page=reading&wp_uname=yowaimi

YanarasAuthor_

Halo kak aku dari wall sebelah
          
          Done Vote 13 bab jika kakak berkenan voteback nya di sini ya. Mau feedback-an permanent gk?
          
          Thank you so much sebelumnya!! 
           
          https://www.wattpad.com/story/388443827?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_writing&wp_page=create&wp_uname=Withonly_WfNara
          
          Dari bab paling bawah ya
          

yowaimi

@ YanarasAuthor_  oke done thanks yaa
Contestar

yowaimi

Nacht sudah menyadari kehadirannya.
          Ia perlahan berbalik. Tatapan biru tua itu jatuh tepat pada Elise, tajam, menilai, dingin namun penuh minat yang tidak disembunyikan. Sejenak, ia tidak berkata apa-apa, seolah ingin melihat seberapa lama gadis itu mampu berdiri di hadapannya.
          "Duduk," katanya akhirnya.
          Satu kata dengan Nada perintah.
          Elise ragu sepersekian detik.
          Lalu ia melangkah dan duduk di kursi berhadapan dengannya. Punggungnya tegak, dagunya terangkat, sikap kecil yang menolak tunduk sepenuhnya.
          Nacht menyilangkan tangan di depan dada.
          "Kau berbeda dari cerita ibumu," katanya tenang. "Dan dari semua gadis yang pernah diperkenalkan padaku."
          "Sayangnya," jawab Elise datar,
          "aku juga berbeda dari yang kau harapkan."
          Sudut bibir Nacht bergerak tipis. Hampir seperti senyum. "Jika nanti kita menikah," ucapnya, "aku tidak menginginkan istri yang membantah setiap kata suaminya."
          "Aku ingin kepatuhan."
          Elise tertawa kecil. Pendek. Sinis.
          "Jika nanti kita menikah, katamu?" Ia menyandarkan punggungnya ke kursi.
          "Aku yakin saat itu kau sedang bermimpi, Tuan."
          Keheningan jatuh.
          Mata Nacht menyipit.
          Bukan marah, belum.
          "Kau sangat gemar menantang, bukan?" katanya pelan.
          "Itu kebiasaan berbahaya."
          "Atau mungkin," balas Elise cepat,
          "kau hanya tidak terbiasa mendengar kata tidak."
          Api kecil menyala di mata Nacht.
          "Aku terbiasa dihormati, nona."
          "Dan Aku terbiasa bertahan," Tukas Elise, Cepat. "Dan itu dua hal yang sangat berbeda."
          Beberapa detik berlalu.
          Mereka saling menatap, seperti dua bilah pisau yang saling diuji ketajamannya.
          Menariknya Nacht tidak memalingkan wajah. Sebaliknya, ia berdiri lalu melangkah mendekat.
          https://www.wattpad.com/1603896060?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=yowaimi
          
          Happy reading my cutie pie's♥️