yowaimi

Nacht sudah menyadari kehadirannya.
          	Ia perlahan berbalik. Tatapan biru tua itu jatuh tepat pada Elise, tajam, menilai, dingin namun penuh minat yang tidak disembunyikan. Sejenak, ia tidak berkata apa-apa, seolah ingin melihat seberapa lama gadis itu mampu berdiri di hadapannya.
          	"Duduk," katanya akhirnya.
          	Satu kata dengan Nada perintah.
          	Elise ragu sepersekian detik.
          	Lalu ia melangkah dan duduk di kursi berhadapan dengannya. Punggungnya tegak, dagunya terangkat, sikap kecil yang menolak tunduk sepenuhnya.
          	Nacht menyilangkan tangan di depan dada.
          	"Kau berbeda dari cerita ibumu," katanya tenang. "Dan dari semua gadis yang pernah diperkenalkan padaku."
          	"Sayangnya," jawab Elise datar,
          	"aku juga berbeda dari yang kau harapkan."
          	Sudut bibir Nacht bergerak tipis. Hampir seperti senyum. "Jika nanti kita menikah," ucapnya, "aku tidak menginginkan istri yang membantah setiap kata suaminya."
          	"Aku ingin kepatuhan."
          	Elise tertawa kecil. Pendek. Sinis.
          	"Jika nanti kita menikah, katamu?" Ia menyandarkan punggungnya ke kursi.
          	"Aku yakin saat itu kau sedang bermimpi, Tuan."
          	Keheningan jatuh.
          	Mata Nacht menyipit.
          	Bukan marah, belum.
          	"Kau sangat gemar menantang, bukan?" katanya pelan.
          	"Itu kebiasaan berbahaya."
          	"Atau mungkin," balas Elise cepat,
          	"kau hanya tidak terbiasa mendengar kata tidak."
          	Api kecil menyala di mata Nacht.
          	"Aku terbiasa dihormati, nona."
          	"Dan Aku terbiasa bertahan," Tukas Elise, Cepat. "Dan itu dua hal yang sangat berbeda."
          	Beberapa detik berlalu.
          	Mereka saling menatap, seperti dua bilah pisau yang saling diuji ketajamannya.
          	Menariknya Nacht tidak memalingkan wajah. Sebaliknya, ia berdiri lalu melangkah mendekat.
          	https://www.wattpad.com/1603896060?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=yowaimi
          	
          	Happy reading my cutie pie's♥️

YanarasAuthor_

Halo kak aku dari wall sebelah
          
          Done Vote 13 bab jika kakak berkenan voteback nya di sini ya. Mau feedback-an permanent gk?
          
          Thank you so much sebelumnya!! 
           
          https://www.wattpad.com/story/388443827?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_writing&wp_page=create&wp_uname=Withonly_WfNara
          
          Dari bab paling bawah ya
          

yowaimi

@ YanarasAuthor_  oke done thanks yaa
Ответить

yowaimi

Nacht sudah menyadari kehadirannya.
          Ia perlahan berbalik. Tatapan biru tua itu jatuh tepat pada Elise, tajam, menilai, dingin namun penuh minat yang tidak disembunyikan. Sejenak, ia tidak berkata apa-apa, seolah ingin melihat seberapa lama gadis itu mampu berdiri di hadapannya.
          "Duduk," katanya akhirnya.
          Satu kata dengan Nada perintah.
          Elise ragu sepersekian detik.
          Lalu ia melangkah dan duduk di kursi berhadapan dengannya. Punggungnya tegak, dagunya terangkat, sikap kecil yang menolak tunduk sepenuhnya.
          Nacht menyilangkan tangan di depan dada.
          "Kau berbeda dari cerita ibumu," katanya tenang. "Dan dari semua gadis yang pernah diperkenalkan padaku."
          "Sayangnya," jawab Elise datar,
          "aku juga berbeda dari yang kau harapkan."
          Sudut bibir Nacht bergerak tipis. Hampir seperti senyum. "Jika nanti kita menikah," ucapnya, "aku tidak menginginkan istri yang membantah setiap kata suaminya."
          "Aku ingin kepatuhan."
          Elise tertawa kecil. Pendek. Sinis.
          "Jika nanti kita menikah, katamu?" Ia menyandarkan punggungnya ke kursi.
          "Aku yakin saat itu kau sedang bermimpi, Tuan."
          Keheningan jatuh.
          Mata Nacht menyipit.
          Bukan marah, belum.
          "Kau sangat gemar menantang, bukan?" katanya pelan.
          "Itu kebiasaan berbahaya."
          "Atau mungkin," balas Elise cepat,
          "kau hanya tidak terbiasa mendengar kata tidak."
          Api kecil menyala di mata Nacht.
          "Aku terbiasa dihormati, nona."
          "Dan Aku terbiasa bertahan," Tukas Elise, Cepat. "Dan itu dua hal yang sangat berbeda."
          Beberapa detik berlalu.
          Mereka saling menatap, seperti dua bilah pisau yang saling diuji ketajamannya.
          Menariknya Nacht tidak memalingkan wajah. Sebaliknya, ia berdiri lalu melangkah mendekat.
          https://www.wattpad.com/1603896060?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=yowaimi
          
          Happy reading my cutie pie's♥️

yowaimi

Yooooo!!
          (。>﹏<。)੭ Hiii~ hajimemashite!
          Watashiwa, i'm Sam(⁠✿⁠^⁠‿⁠^⁠)
          Thank you for coming by~ mweheheheh ✨
          I’m opening a super cozy Wattpad Feedback Group just for writers who want kind, honest, and warm feedback 
          No judge, no pressure~ kita santai bareng yaa
          Jadi kita bakal feedback berkala tiap Minggu, banyak author WP juga disana♡
          Minna-san daijoubu dayo~! (≧◡≦) 
           What we do in the group:
           Regular feedback, every week
           Get sweet feedback & soft suggestions
           Talk about plot, characters, and feelings
           Grow together as happy writers ✨
          Interested? Jangan malu-malu~ come chat me my cutie pie's ♡
           Contact: +6282265474881
          If I reply a bit slow, mohon tunggu yaa~
          I promise I’ll reply soon ✨
          Arigatou~! Yoroshiku onegaishimasu! 

aksyarain_

Halo Kak, mohon maaf sebelumnya jika pesan ini kurang berkenan atau dianggap mengganggu. Aku mau izin untuk promosi sedikit ya, Kak. Jika dirasa mengotori wall atau tidak sesuai, silakan dihapus saja, tidak apa apa ya kakk(^-^)
          
          Aku baru aja nulis cerita baru di Wattpad, dan seneng banget kalo Kakak berkenan mampir membaca. Jangan lupa tinggalkan jejak berupa vote dan komentar, ya!
          
          Ini linknya,
          https://www.wattpad.com/story/388920498-mirror-of-shadows

EphriaNyra

✨ Ayo Wujudkan Ceritamu! ✨
          Punya cerita, tapi bingung bagaimana biar makin menarik?
          Di Tegastre Store, semua bisa terwujud! 
          
           Cek dan pilih layanan sesuai kebutuhanmu di WhatsApp kami yaitu 085133623179 atau Telegram kami dengan username TegastreStore.
          ‣ Cover & Blurb yang memikat 
          ‣ Promosi Cerita & Review Cerita 
          ‣ Ide Nama, Judul, sampai Jasa Penulisan 
          ‣ Revisi & Layout biar novelmu siap bersinar 
          
           Yuk, mulai sekarang! Ceritamu pantas dikenal lebih banyak orang.

yowaimi

Hi guys, I want some info. . Mafia's obsession sudah up bab baru yah^⁠_⁠^ chapter 21 Te Amo(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤
          
          Silahkan mampir,happy reading;)
          
          https://www.wattpad.com/1569706474?utm_source=android&utm_medium=link&utm_content=share_published&wp_page=create_on_publish&wp_uname=yowaimi