zal_ZALIHA_

Renjun menatap pada pintu kamar Jaemin yang terbuka sedikit, mendengarkan anak itu yang ngedumel sendiri pada benda mati ditangannya.
          	
          	"Kau mau menghubungi siapa, sih?" tanya Renjun yang mendorong pelan pintu kamar Jaemin hingga terbuka setengah.
          	
          	Jaemin menyipitkan matanya, menatap Renjun cukup tajam. "Tidak sopan." 
          	
          	"Tidak apa. Dalam kamus ku, sedikit lancang boleh dilakukan oleh orang yang lebih tua." sahut Renjun santai sambil berjalan memasuki kamar Jaemin.
          	
          	"Ku lihat-lihat dari kemarin kau sibuk sekali dengan ponselmu, memang kau sedang menghubungi siapa?" 
          	
          	"Bukan urusanmu." balas Jaemin yang sekarang mematikan ponselnya.
          	
          	"Apa Winter? Kau menghubungi gadis itu?" tanya Renjun lagi yang mendapat atensi penuh Jaemin.
          	
          	"Kau kenal Winter?" Renjun mengangguk. "Tentu saja. Dia gadis cantik dan baik hati."
          	
          	Jaemin menghela napas panjang, "dia tidak mau mengangkat panggilanku, pesan-pesan ku juga tidak ada satupun yang dia balas. Apa dia sudah lupa padaku ya?"
          	
          	"Mungkin saja. Lagipula dia sekarang berada di tempat yang tidak bisa kau jangkau." ucap Renjun yang membuat Jaemin murung seketika.
          	
          	"Maksudmu, aku tidak selevel dengannya? Ia sih, dia sekarang pasti menjadi sangat luar biasa. Tinggal di luar negri dan punya banyak teman-teman baru," 
          	
          	Renjun yang ingin menyahuti, jadi bingung sendiri. Bagaimana mengatakannya, ya? Kasian juga kalau dibiarkan salah paham terus. 
          	
          	"Tapi meski begitu, seharusnya dia tidak melupakanku. Bagaimanapun juga aku ini tetap teman lamanya." lanjut Jaemin dengan nada kesalnya.
          	
          	"Aku kasihan padamu sebenarnya. Mau kau jungkir balik juga kau tidak akan dapatkan balasan apapun. Karna musim dingin mu itu, benar-benar sudah sangat dingin."

zal_ZALIHA_

@ LucyAzuraMikaila  ehehe maaf ya...
          	  
Contestar

evell__

@ zal_ZALIHA_  kak makasih udh mau up walaupun sedikit, aku tunggu part selanjutnya ya, tpi di book nya langsung aja ya kak, akuu tungguuu
Contestar

BaraAurora

Haiii kak, perkenalkan aku bara dari Penerbit Aurora ✨
          Aku habis lihat karya kakak dan profile kakak sebagai penulis. Terima kasih sudah buat cerita yang menarik. Sebuah Apresiasi untuk kaka  
          Aku baca ceritanya menarik, dari segi tulisan bagus, dan komunikasi dengan pembaca serta insightnya bagus. Aku yakin hal tersebut menjadi modal untuk buku kaka berpotensi menjangkau pembaca lebih luas lagi. 
          Apakah naskah "Protective Daddy" sudah di terbitkan kak? Jika belum dan berniat menjadi buku, waahh aku seneng bangeet dengan senang hati aku siap membantu untuk menerbitkan karya kakak Gratiss!!. Dengan Royalti sampai 25% dan berbagai keuntungan lainnya yang pastinya kaka dapatkan. 
          Dan aku pastikan, aku selalu menemani kamu dalam setiap prosesnya 
          
          Jika kakak ingin bertanya seputar penerbitan, boleh banget kita diskusi bareng. kita diskusi dulu by whatsapp yukk kakk ‪‪‪‪+6285168817240‬‬‬‬ ❤‍ atau bisa DM lewat Instagram kami ‪https://www.instagram.com/penerbit.aurora

zal_ZALIHA_

Renjun menatap pada pintu kamar Jaemin yang terbuka sedikit, mendengarkan anak itu yang ngedumel sendiri pada benda mati ditangannya.
          
          "Kau mau menghubungi siapa, sih?" tanya Renjun yang mendorong pelan pintu kamar Jaemin hingga terbuka setengah.
          
          Jaemin menyipitkan matanya, menatap Renjun cukup tajam. "Tidak sopan." 
          
          "Tidak apa. Dalam kamus ku, sedikit lancang boleh dilakukan oleh orang yang lebih tua." sahut Renjun santai sambil berjalan memasuki kamar Jaemin.
          
          "Ku lihat-lihat dari kemarin kau sibuk sekali dengan ponselmu, memang kau sedang menghubungi siapa?" 
          
          "Bukan urusanmu." balas Jaemin yang sekarang mematikan ponselnya.
          
          "Apa Winter? Kau menghubungi gadis itu?" tanya Renjun lagi yang mendapat atensi penuh Jaemin.
          
          "Kau kenal Winter?" Renjun mengangguk. "Tentu saja. Dia gadis cantik dan baik hati."
          
          Jaemin menghela napas panjang, "dia tidak mau mengangkat panggilanku, pesan-pesan ku juga tidak ada satupun yang dia balas. Apa dia sudah lupa padaku ya?"
          
          "Mungkin saja. Lagipula dia sekarang berada di tempat yang tidak bisa kau jangkau." ucap Renjun yang membuat Jaemin murung seketika.
          
          "Maksudmu, aku tidak selevel dengannya? Ia sih, dia sekarang pasti menjadi sangat luar biasa. Tinggal di luar negri dan punya banyak teman-teman baru," 
          
          Renjun yang ingin menyahuti, jadi bingung sendiri. Bagaimana mengatakannya, ya? Kasian juga kalau dibiarkan salah paham terus. 
          
          "Tapi meski begitu, seharusnya dia tidak melupakanku. Bagaimanapun juga aku ini tetap teman lamanya." lanjut Jaemin dengan nada kesalnya.
          
          "Aku kasihan padamu sebenarnya. Mau kau jungkir balik juga kau tidak akan dapatkan balasan apapun. Karna musim dingin mu itu, benar-benar sudah sangat dingin."

zal_ZALIHA_

@ LucyAzuraMikaila  ehehe maaf ya...
            
Contestar

evell__

@ zal_ZALIHA_  kak makasih udh mau up walaupun sedikit, aku tunggu part selanjutnya ya, tpi di book nya langsung aja ya kak, akuu tungguuu
Contestar

zal_ZALIHA_

Pantesan gak ada notif sama sekali...
          
          Ternyata malah ke unpub!!!!
          
          Itu kapan kepencet nya, hey!! Wattpad?
          
          
          Bener-bener bikin gak mod tuh cerita!!!

evell__

@ zal_ZALIHA_  gapapa kak, jangan malu dulu, ayo up lagi aja, banyak loh yg nungguin cerita kakak termasuk aku, gapapa dikit-dikit aja dlu up nya, asal konsisten 
Contestar

zal_ZALIHA_

@ evell__  jujur aku malu kalau harus up ulang... 
            Jadi kemungkinan tu cerita bakal aku simpan aja dulu... 
            Kalaupun nanti aku up, insyaallah bakal langsung sampe end...
Contestar

evell__

@ zal_ZALIHA_  kak ak deg deg an, kirain wp ku yg ngelag, ternyata malah ke unpub
Contestar