[This story is in Bahasa]
This is a work of fiction. Names, characters, incidents, and dialogues are originally based on author's imagination. Any resemblances to actual events or persons, are entirely coincidental.
Author uses Kai and Krystal as th...
Suara ponsel yang diletakkan di atas nakas membangunkan Nadine yang tertidur pulas. Gadis itu berusaha meraih ponselnya dengan mata masih terpejam.
"Ya?" tanpa melihat siapa yang menelepon, Nadine secara asal menempelkan ponselnya di telinga dan menjawab panggilannya.
"Nadine Kalla! Lo tidur?" Nadine sedikit menjauhkan ponselnya ketika mendengar teriakan dari seberang, ia sudah sangat mengenal suara yang meneleponnya saat ini, Nisa, sang manager, "lo nggak lupa kan kalau ada dinner sama CLIO?"
Nadine yang mendengar pertanyaan Nisa langsung terduduk dari posisi tidurnya, ia lupa jika sore ini ada pekerjaan yang harus ia lakukan, "jangan bilang lo lupa?" tanya Nisa ketika satu-satunya suara yang ia dengar adalah suara berisik Nadine yang Nisa tebak sedang kelabakan mempersiapkan barang-barang atau baju yang akan ia kenakan.
"Lo di mana?" tanya Nadine tanpa menjawab pertanyaan Nisa, ia melirik sebentar ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 5 sore.
"Sepuluh menit lagi gue sampai, awas lo kalau belum siap," Nisa langsung menutup teleponnya setelah mengatakan hal tersebut. Setelah mengambil baju yang akan ia kenakan, ia secara terburu-buru berlari ke kamar mandi untuk cuci muka dan menggosok gigi.
Tidak ada lima menit menyelesaikan urusannya di kamar mandi, ia lalu duduk di kursi riasnya untuk bersiap-siap berdandan dengan sederhana, sehingga tidak akan menghabiskan waktu lama. Ia mendengus sebal mengingat kelakuan managernya, bisa-bisanya Nisa bersikap sewenang-wenang terhadapnya, padahal ia yang menggaji Nisa.
Nadine memang sudah sangat terbiasa dengan sikap Nisa. Selain menjadi managernya, ia juga Nadine anggap sebagai sahabat. Nadine memiliki lima orang yang paling dekat dengannya, yaitu Jojo, Nisa, Adit dan Rara yang merupakan tim editor Youtube channel-nya, serta Daniel, pacarnya. Kelima orang tersebut adalah yang paling tau bagaimana sifat Nadine, sehingga sebisa mungkin Nadine akan menjaga kelima orang tersebut agar tetap bersamanya.
Ketika akan berganti pakaian, Nadine mendengar pintu apartemennya di ketuk, ia lalu berlari cepat membukakan pintu dan mendapati Nisa berdiri di depan apartemennya dengan raut muka kesal. Sebelum mendapat omelan dari Nisa, Nadine lebih dulu mencegahnya, "kalau lo mau ngomel, tahan dulu. Gue tinggal ganti baju, abis itu kita berangkat, gue tau Jakarta macet dan tempat dinner kita jauh," kata Nadine dan melesat masuk ke kamarnya.
Nadine sudah akan mengenakan dress casual tanpa lengan berwarna hitam, namun ketika ia melihat ke arah cermin, ia sadar bahwa lengan atasnya masih terlihat lebam. Ia memandang luka lebam itu selama beberapa detik dengan wajah sedih yang kentara, sebelum akhirnya ia mengganti dress-nya dengan kemeja biru dan celana hitam.
"Yuk, Sa!" Nisa melirik ke arah Nadine sebentar sebelum mendahuluinya menuju pintu. Selama berjalan menuju ke arah tempat parkir di basement, Nisa menyempatkan diri untuk memberikan briefing singkat mengenai dinner yang akan mereka lakukan, diantaranya mengenai kontrak Nadine sebagai brand ambassador sebuah merek kosmetik, CLIO.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.