"Callystaa ayo sayang, papa sudah nunggu di mobil" teriak mama dari bawah.
Aku masih berdiri di depan cermin menatap diriku yang dipoles makeup tidak begitu tebal, kubiarkan rambut ikalku tergerai dan mengenakan dress diatas lutut berwarna merah marun bertali spaghetti dipadukan wedges sneakers hitam dan sedikit accessories agar tidak terlihat kosong.
"Cantik banget anak mama yang satu ini" mama menatapku kagum ketika aku turun dari tangga.
"Iya dong mah kan anak mama cuma satu aku doang" ujarku berdecak, tidak lama kemudian aku dan mama tertawa. Memang benarkan? Siapalagi yang bakal dipuji mama kalau bukan aku? Karna hanya aku lah anak satusatunya dan akan selalu menjadi kesayangan mereka.
"Nanti kalau disana kamu harus jaga sikap ya yang anggun kaya pertama mama lihat tadi gaboleh petakilan, yaudah yuk sekarang ke depan kasian papa udah nunggu daritadi.
--
"Wahh cantik yaa calon menantu pilihan kita ya pa, gasalah kita pilih Callysta buat jadi mantu kita" ucap wanita paruh baya itu langsung merangkul pinggangku, aku hanya tersenyum kikuk. Bayangkan baru menginjak kaki di dalam restaurant ini, sudah di sambut dengan kata kata indah itu.
"Silahkan silahkan" ucap teman papa mempersilahkan kami untuk duduk dan beberapa orang berpakaian pelayan menarik kursi untuk keluargaku, sahabat papa dan istrinya.
Mungkin benar kata mama dan papa, orang orang yang didepanku ini penting dan mungkin kaya raya. Bayangkan saja mereka menyewa restaurant mewah ini, demi pertemuan yang gapenting gini dan kami cuma butuh satu meja tapi kenapa malah seisi restaurant ini ditambah iringan musik orkestra yang mengalun dengan indahnya.
"Perkenalkan saya Ruli Sanders Bubics dan ini istri saya Elle Liana Bubics" ucap laki laki paruh baya itu memperkenalkan dirinya dan istrinya dihadapanku. Gamungkin mereka mengenalkan dirinya ke kedua orangtuaku secara mereka sudah bersahabat sejak sekolah menengah atas.
"Saya Callysta Eileen Zoulomis, senang berkenalan dengan tante dan om" aku membungkukkan badanku sedikit.
"Cantik yaa" ucap om Ruli.
Aku menggaruk tengkukku yang tidak gatal "terimakasih om"
Hoammm, aku ngantuk sudah 30 menitan aku hanya mendengarkan para orangtua ini menceritakan masa lalu mereka dan menannyakan bagaimana kabarnya, aku? Hanya menopangkan daguku sambil menuggu anak dari sahabatnya papa.
Speechless.
Seorang laki laki berbadan tegap berdiri di ambang pintu restaurant yang kami tempati dengan mukanya yang kelelahan dan rambutnya yang sedikit acak acakan dan menambah kesan err.. Sexy. Mungkinkah itu anak sahabat papa?
Tampan?ganteng?handsome? Sama aja tapi jangan ditanya! Lebih dari kata kata itu untuk mendeskripsikan lelaki yang sekarang sudah ada disampingku.
"Maaf saya telat" ucapnya membukukkan badannya sedikit dan berdiri dikursi yang bersampingan denganku sambil melirik kearahku.
"Perkenalkan saya Rylan Leniva Bubics" ucapnya memperkenalkan dirinya dan tersenyum kearah mama, papa dan aku, AKUU?aku mematung sesaat melihat senyumnya. Mama menyenggol nyenggol kakiku memberi isyarat agar memperkenalkan diriku ke om yang disampingku.
"Halo om, nama saya Callysta Eileen Zoulomis" om Rylan melotot kearahku, ada apa?
"Jangan panggil saya om, saya belum setua itu" ucapnya dengan nada dingin.
"Tapi kata mama, om umurnya udah 26 tahun?" Om Rylan menganggukkan kepalanya.
"Berarti bagi saya om itu udah tua, om sama aku umurnya beda 9 tahun" mama dan papa hanya menggelengkan kepalanya mendengarkan ucapanku barusan. Apa aku buat kesalahan lagi?
KAMU SEDANG MEMBACA
Rylan
RomanceGimana jika kalian dijodohkan dengan orang yang lebih tua dari kalian, yaa? Itulah yang dirasain aku sekarang. Aku akui om Rylan memang tampan ralat sangat tampan tapi sifat dan umurnya berbanding terbalik denganku. Tapi kenapa setiap didekatnya mem...
