1

369 20 0
                                    

Di masion besar terdapat seorang namja yang dikamarnya sedang bergulat dengan laptopnya

"hah.." namja tersebut menghela nafas kasar

"sebaiknya kau istirahat!,dari kemarin kau belum mengistirahatkan otakmu" perintan namja di sampingnya

"aniya hyung pr ku masih banyak" tolak namja itu

"kau bisa kerjakan itu nanti jeno" bujuk hyungnya kepada jeno

"ani,tugas ku dikumpulkan besok saat pelajaran prak saem" jeno namja tersebut menolak bujukan hyungnya

"jaga kesehatanmu jangan sampai drop" ujar hyungnya menasehati jeno

"ne,mark hyung" jenopun meng'iya'kan perkataan hyungnya

" setelah selesai mengerjakan tugas mu turun utuk makan malam" suruh mark kepada dongsaenya

"hmmm..." jeno berdehem dan mengangguk kecil

Akhirnya mark pergi dr kamar jeno meninngalkan dongsaenya mengarjakan tugasnya

Mark ingin masuk kekamarnya tp karena ada seseorang yang menggilnya jadi dia kurung niatnya

"selamat malam tuan muda" sapa seorang maid

" hmm.."dehem mark dengan wajah datar yang membuat maud itu tertunduk

" tuan muda dipanggil oleh tuan besar di rung tamu " ujar maid itu tertunduk takut karena wajah mark yang dingin dan datar

" hmm.. " dehem mark sebagai jawaban

" permisi tuan muda " pamit maid dengan membungkukkan badan dan pergi dari hadapan mark

" wae appa memanggil ku " batin mark heran, mark pun pergi keruang tamu untuk menemui appa nya

__Diruang tamu__

Mark melihat appa dan eomma nya sedang berbincar di sofa

" appa.. " panggil mark sambil berjalan kearah appa dan eomma nya

"oh.. Mark kemarilah!" ujar taeyong saat melihat anak nya

Mark pun duduk di sebelah appanya di kusi tunggal

" wae appa menggilku??.." tanya mark penasaran

" kau taukan besok kau berumur 18 tahun, jadi kau tau apa yang akan terjadi??.." tanya appa kepada mark

" aku tau appa aq akan menemukan mate ku saat aku genap 18 tahun" jawab mark yang tidak suka bahwa besok ia akan menemukan mate nya

"jadi kau tau apa yang harus kau lakukankan?" tanya eomma nya lembut agar tidak membuat mark emosi

" eomma aku mencintai nya" ujar mark

" mark tapi dia bukan metemu" ucap appa tegas kepada mark

"tenanglah jae" ucap eomma mark kpd jaehyun agar mengotrol emosinya

"terserah appa dan eomma" ucap mark pergi dri situ

Setelah mark pergi kedua orang tua nya menatap kepergian anaknya dengan teduh

" bagaimana tae mark tdk ingin memutuskan pacarnya?? " tanya jaehyun seduh karna mark tidak menuruti nya

" tenang lah jae pasti mark akan melupakan yeoja itu setelah menemukan matenya" ucap taeyong meyakinkan suaminya

Vampire MateTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang