01

906 194 44
                                    

01

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

01

"Ayolah Shaf, kali-kali

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ayolah Shaf, kali-kali. Lo kan selama ini nggak pernah tuh ikutan reuni. Pokoknya lo nggak bakal nyesel deh. Apalagi si Irsyad panitia-nya."

Shafa tetap menggeleng, menolak ajakan Mona untuk mengikuti acara reuni akbar angkatan mereka.

Mona adalah temannya sejak SMA, yang masih tetap berhubungan baik dengannya. Selain Mona, ia pun masih berhubungan baik dengan Irsyad. Rasanya baru saja kemarin mereka dipertemukan di sebuah kelas yang menjadi tempat pertama kali mereka berkenalan.

Namun nyatanya, tujuh tahun telah berlalu dan setelah dia lulus, Shafa tak pernah menginjakkan kakinya lagi ke sekolah. Berbeda dengan Mona yang selalu hadir di setiap ada reuni. Entah itu reuni kelas mereka, maupun reuni akbar seangkatan seperti yang Mona bincangkan padanya kali ini.

"Anika Hafsa Shafana, please." Kali ini Mona memohon, seraya menunjukkan ekspresi memelasnya.

"Mon, please." Shafa balas memohon, meniru Mona membuat perempuan dua puluh tiga tahun itu berdecak keras.

"Lo mah nggak asyik!!!"

"I'm sorry," cicit Shafa, dan memang hanya itu yang bisa ia ucapkan.

Entahlah, ia memang tidak seperti banyak orang yang selalu menyambut acara reuni dengan semangat, karena yang dirasakannya justru sebaliknya. Baginya, cukup bertemu dengan orang-orang terdekatnya saja, itu sudah menjadi kebahagiaannya yang luar biasa. Dan mungkin dikarenakan dia yang tak mempunyai banyak teman dekat, selain Mona dan Irsyad.

Mona cemberut, sambil menggigiti sedotan minumannya dan menatap Shafa dengan kesal. Sementara yang ditatap hanya tersenyum manis meningkahi. Oke, sepertinya Mona sudah pasrah dan tak akan lagi memaksanya, setelah sebelumnya perempuan itu begitu heboh mengajaknya sampai membeberkan isi cara, yang diketahuinya dari sang pacar yang notabene sebagai panitia, Irsyad.

Irsyad? Ya, Irsyad. Keduanya telah berpacaran sejak satu tahun yang lalu, usai Mona yang diam-diam ternyata menyukai Irsyad sejak SMA. Kalau diingat-ingat rasanya sangat menggelikan, mengingat keduanya selalu seperti kucing dan tikus saat bertemu.

Kala Asmara BerjumpaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang