Taufan: wow, wow, wow! Ada apa nih, thor!? Apa maksudnya dengan 'drama'!? *berbinar binar*
Me: ohoho.. Drama ya drama lah, pan,-
Taufan: ngehehe.. Siapa pemeran utamanya!?
Me: hm.. Ice dan Thorn!
Taufan: kalo gua!?
Me: karakter sampingan:D
Taufan: *nangis :v*
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Hembusan angin menerpa lembut wajah tampan milik pemuda bernama Ice itu. Ia melangkah dengan langkah sempoyongan akibat dihajar oleh anak anak sekelasnya.
Padahal ia tidak berbuat apa apa, kenapa dia harus dihajar?
Kalau kalian bertanya mengapa ia tidak melawan, itu dikarenakan ia saat ini sedang demam. Semalam ia hujan hujanan untuk membeli peralatan menggambar yang disuruhkan oleh gurunya dan harus dibawa esoknya.
Ia bisa saja menunggu hujan berhenti. Tapi, hujannya tidak kunjung berhenti. Dan karena sudah larut, ia terpaksa berlari menerobos hujan deras takut tokonya tertutup.
Dah yah, akhirnya dia demam.
"haachuu!" ice bersin. Ah iya, dia demam sekaligus flu.
"ugh.. Dingin.." gumam ice. Ia memeluk tubuhnya yang tengah gemetar akibat kedinginan.
Jalanan sedang sepi. Ah, ia juga tidak terlalu suka dengan jalanan yang sepi, sebab..
"uh, banyak sekali penampakan." ya, ice adalah seorang anak indihome-- maksudku.. Indigo.
Karena jalan sedang sepi, penampakan yang dilihat ice pun semakin banyak. Ada macam macam penampakan yang dilihatnya dijalanan itu.
Ada yang kepalanya putus, ada yang ususnya keluar, ada yang badannya hanya setengah, dan lain lain.
Namun tiba tiba, ada seseorang yang menepuk bahunya dari belakang. Ia terkejut namun ia tetap diam saja. Mengapa? Karena kadang memang ada hantu yang bisa menyentuh tubuh ice.
Tepukan dibahunya semakin cepat (?). Ice tetap tidak menoleh.
"hey, kamu baik baik saja?"
Ice terdiam. Apakah dibelakangnya adalah manusia atau hantu? Hm, sepertinya manusia.
Karena ice tak kunjung membalas, orang tadi melangkah ke hadapan ice. Dan dapat dilihat bahwa dia adalah manusia, bukan hantu.
Ice menghela nafas panjang. Fuuh, untung saja bukan hantu.
"kamu baik baik saja?" orang itu mengulangi pertanyaannya. Manik hijau zamrud nya menatap manik biru laut milik ice, mengharap balasan dari pertanyaan yang dilontarkannya.
Ice mengangkat (?) kedua bahunya. "entahlah."
Merasa tidak puas dengan jawaban ice, orang itu meletakkan telapak tangannya di dahi ice dan terkejut.
"k-kau panas sekali! Kau bisa meleleh, nanti! Ayo, kita pergi ke rumahmu! Rumahmu dimana? Jauh tidak? Kalau jauh, ke rumah thorn saja!" orang itu, ah.. Sebut saja Thorn. Thorn terlihat sangat khawatir.
KAMU SEDANG MEMBACA
Drama Para Elemental [End]
HumorHanya berisi kelakuan gaje dari para elemental sengklek kita!! Walaupun kadang authornya juga sering muncul mendadak :v intinya, sebelum membaca buku ini, harap menyediakan mental yang kuat!! Karena buku ini dapat membuat orang waras menjadi gila ka...
![Drama Para Elemental [End]](https://img.wattpad.com/cover/206946740-64-k445780.jpg)