bab 4

10.4K 953 108
                                        


   Di UKS Regan terus memeluk Aquila yang tak berhenti menangis, mungkin gadis itu madih syok dengan kejadian tadi. Tiba-tiba rahangnya mengeras saat Regan ingat kejadian tadi, gadisnya hampir di lucuti di depan umum. Keputusannya menjauhi Aquila selama dua hari ini memang salah besar.

" Maafin gue, kalo gue gak ngejauh pasti ini gak akan terjadi " lirih Regan yang terus memeluk Aquila posesif

   Gadis itu tak henti-hentinya menangis karena malu dan juga merukuti kebodohannya yang melawan mereka. Sudah benar selama ini ia tidak melawan tapi tiba-tiba saja ia sangat marah. Saking marah dan malunya ia melampiaskan pada Regan yang memeluk dirinya.

   Regan yang merasa Aquila sesekali mencubit dan memukul punggungnya hanya diam, tangan kecil gadis itu tidak akan mampu menyakiti dirinya. Yang membuatnya sakit saat Aquila menangis dan terus terisak tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Ia ingin dengar kekecewaan yang Aquila rasakan, kekesalannya atas kejadian tadi. Tapi gadis itu hanya mengeluarkan isakan kecil.

Tok tok tok

" Gue buka pintu dulu, mungkin itu Arnold " Regan melepaskan pelukannya dengan Aquila

   Arnold yang baru di bukakan pintu segera menyodorkan tangannya guna memberikan seragam baru untuk di kenakan Aquila. Regan langsung mengambilnya dan menutup pintu kembali setelah mengucapkan terimakasih.

" Nih ganti, gue tunggu di luar " Aquila hanya diam membiarkan Regan keluar tanpa mengucapkan apapun

   Dilihatnya seragam yang kini ada di pangkuannya ada sedikit rasa senang karena Regan memberikan perhatian untuk dirinya. Ia akui, selama Regan menjauh ada sedikit rasa kehilangan. Tapi juga senang saat Regan tidak perlu lagi membantu dirinya yang tidak akan mendapatkan apapun.

   Sepulang sekolah Regan buru-buru keluar dari kelasnya untuk menjemput Aquila yang masih ada di UKS. Gadis itu sendiri disana, membuat Regan tidak tenang karena takut beberapa siswi tadi kembali menyerang Aquila. Saat sudah di depan UKS ia melihat Aquila sudah akan pulang.

" Biar gue anter pulang " ujar Regan, seperti tadi Aquila hanya diam tak mengeluarkan sepatah kata pun

   Ketika sampai di koridor sekolah ada begitu banyak murid disana, juga gadis-gadis yang tadi membully Aquila. Entah ada seran apa, Aquila memeluk pinggang Regan dengan tersenyum cerah. Bahkan ia juga meletakkan tangan Regan untuk memeluk pinggangnya di depan semua orang. Melihat Aquila yang sepertinya sengaja mengumbar keromantisan dengan Regan, siswi-siswi itu tampak semakin jengkel.

" Dih murahan " olok Sella

" Ih ganjen banget jadi cewek "

" Sok cantik banget dah "

" Biasalah gak tau malu, som cantik "

   Mendengar ocehan-ocehan gak berfaedah itu akhirnya Aquila berhenti tepat di tengah-tengah koridor. Membuat semua yang ada di sana menatap aneh gadis itu, begitu juga Regan yang sejak tadi di sampingnya.

" Sayang aku cantik gak ? Atau menurut kamu Sella lebih cantik daripada aku ?" Tanya Aquila pada Regan dengan nada yang di buat manja

   Regan memicingkan satu alisnya melihat perubahan sikap Aquila, dari mata gadis itu terlihat ada permohonan agar Regan merespon. Senyum tipis pun tersungging di wajah tampan seorang Regan.

" Gak ada yang lebih cantik dari kamu, jangan bandingkan kecantikan kamu sama orang yang cantik karena di semen " jawab Regan lembut tepat di depan wajah Aquila

   Seketika senyum Aquila semakin lebar dan bergambar memeluk Regan yang membuat siswi-siswi disana iri. Pasalnya mereka tau Regan yang tampan seperti pangeran tiba-tiba di taklukkan oleh seorang gadis cupu.

Regan dan Cintanya [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang