prolog

155 17 1
                                    

Hi manusia :D
Oke nih prolog, maaf lama.

¡Warning!

-Typo bisa muncul kapan pun dan dimana pun

-Chapter tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun

-Kata kasar bisa muncul pada suatu chapter

-Cerita hanya karangan Author dan tidak ada hubungannya dengan sejarah

-Remember it's just for fun^^

Happy reading!
________________________________________

Author POV
Pada hari minggu yang cerah, bangka lagi santai dikamar nya, tapi diganggu oleh saudara tak berakhlak nya.

Gorontalo: "Bangka!"
Bangka: "kenapa?"
Gorontalo: "kamu disuruh beli telur ama mentega"
Bangka: "di suruh siapa?"
Gorontalo: "di suruh kak Sulut, nih duitnya"
Bangka: "beli berapa?"
Gorontalo: "40 ribu"
Bangka: "oke"

Dan terpaksalah seorang bangka harus membeli telur dan mentega di warung.

Skip lah bambang :v

Setelah membeli telur & mentega, ada lagi yang minta tolong.

Sumsel: "Bangka!"
Bangka: "kenapa bang?"
Sumsel: "tolongin abang yak"
Bangka: "tolong apa?"
Sumsel: "bisa gak, kamu ambilin laptop abang di dapur?"
Bangka: "abang ini punya kaki apa kagak sih?"
Sumsel: "abang mager"
Bangka: "abang aja males, apa lagi aku"
Sumsel: "ambilin ya"
Bangka: "iya, iya aku ambilin"
Sumsel: "nah gitu dong :D"

'Aduh... Pengennya aku cekik leher abang :)' kata bangka dalam hati. Tapi apalah daya, karena mencekik yang lebih tua itu tidak baik. Ia pun turun tangga demi mengambil laptop sang abang. Banyak sekali pertengkaran di dalam keluarga mereka, tapi pertengkarannya tak pernah serius :v.

End Author Pov

Bangka POV
Kenapa hari ini aku jadi babu sih? Padahal seharusnya aku santai. 'huh... nasib²' ucap ku dalam hati sambil memaklumi nasib ku pada hari minggu ini. Setelah selesai menjadi babu mereka aku pun rebahan lagi.

#kaumrebahan :v

Malas, kata yang selalu muncul setiap hari, setiap saat, dan setiap waktu. Dan diriku ini dipanggil lagi oleh saudara tak tau diri ku.

Riau: "Bangka!"
Bangka: "Apa kak!"
Riau: "turun sini!"
Bangka: "iya!"

Haduh... dipanggil lagi, dipanggil lagi.

Bangka: "kenapa?"
Riau: "sini bantuin"
Bangka: "kenapa?"
Riau: "tolong siramin bunga² di belakang ya"
Bangka: "oke"

Jadi babu lagi dah ya ampun.

Skip lagi bambang :v

Setelah selesai menjadi babu (lagi), aku rebahan lagi.

End Bangka POV

No one POV
Setelah beberapa saat, handphone bangka pun berbunyi.

Tingg

Bangka: "apalagi dah ini"

Dan ternyata oh ternyata, itu adalah chat oleh saudaranya sebelah kamar

Chatting WhatsApp

Gorontalo
Online

Hey adikku cuman beda tanggal lahir doang padahal tahun lahir sama UwU

Heh kecebong, kita ini satu rumah💢

Memang salah ya aku nge-chat kamu?

Nanyak lagi dia nya, ya salah lah tumbuhan kan kau gak keluar
rumah💢

Hehe, ya maap

Dah lah

End chat WhatsApp

'hadeh... gini amat punya saudara' ucap bangka dalam hati. Sambil memaklumi nasib bangka pun pergi ke dapur untuk mencari minum. Sesampainya di dapur dia pun minum dan kembali ke kamar. Bangka rebahan dan memikirkan sesuatu, seperti kenapa sih dia punya saudara ngeselin? dll. Dan lama-lama diapun ngelamun dan ketiduran.

T.B.C.....












Jumlah kata: 491

Di publish pada tanggal: 4/9/2k21

Ini prolog pendek banget ya :'D mon maap ye Author otak nya lagi buntu. Baiklah kalau begitu, sekian terimakasih & Bye✨

apakah aku salah? (provincehumans babel)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang